“Gugatan Para Pengigau”: Jurnal Cak Die Rezim

Penulis: Risang Anom (nga), dkk.
Editor: Rangga Agnibaya
Tebal: 77 halaman
Tahun Terbit: 2009

___
“Kami tidah ingin mengambil jalan pintas mencari nama besarpribadi melalui perkumpulan yang sudah terakui. , kami ingin belajar dari awal, berkembang bersama dalam proses, atau mungkin kami hanya ingin melepas naluri yang selalu ingin bebas; tidak ingin menyerahkan diri pada kesengsaraan (sara); tidak ingin mengikuti (melok) arus yang dikembangkan oleh komunitas yang telah mendahului kami.
Kami akan terus mencoba menentukan gerak bebas menurut kehendak kami sendiri. Sebab, sudah saatnya bagi kami untuk mengoptimalkan segala perasaan yang kami punyai, perasaan yang digunakan mulai awal sampai akhir untuk menikmati kejatuhan, meratapi kegemilangan, dan menggilai masa kegamangan bersama komunitas baru CDC ini…” (Nga)

_________
Penulis:
1. Nga : Cak Die Rezim
2. Agus Budiawan: Kureng [cerpen]
3. Abimardha Kurniawan: Surat-Surat Sunyi, Imogiri, Elegi Penginapan, Diantara Pagelaran Dangdut Alun-Alun Utara Yogyakarta [Puisi]
4. Finsa Eka Saputra: Firasat [Cerpen]
5. Wildansyah Bastomi: :Yang Berhenti Bersama Detak Jam, Kisah Sebuah Pelabuhan, Kenangan [Puisi]
6. Eko Darmoko: Hari Tua [Cerpen]
7. Rangga Agnibaya: Kakek Tua Dan Becak, Apa Kabar Kata?, Di Sudut Kata-Kata, Selepas Tuhan Alpa [Puisi]
8. Itok Kurniawan: Cipak Liur Ujang Soreang [Cerpen]
9. Bramantia “Dodi”: Kepada Tjinta, Sangharakalpa, Suatu Senja [Puisi]
10. I. Manggara: Kelir Bedah [Cerpen]
11.Eko Ferianto: Waktu Telah Menantinya [Puisi]
12. A. Junianto: URBAN ART: WUJUD RESISTENSI KULTURAL MASYARAKAT BAWAH [Esai]

___________________________________________


About this entry