Merangkai Mozaik Tentang Surabaya

30-06-2011 | Humas

Tujuh sastrawan jebolan Fakultas Ilmu Budaya (dulu Fakultas Sastra) Universitas Airlangga Surabaya berkolaborasi untuk melahirkan sebuah karya antologi cerpen yang bertajuk Mozaik Ingatan. Pelucuran antologi cerpen tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang FIB Unair, Senin 27 Juni 2011. Agenda dalam peluncuran antologi cerpen tersebut adalah membedah antologi cerpen tersebut untuk mengetahui makna yang terkandung dalam Mozaik Ingatan.

Peluncuran antologi cerpen ini juga dihadiri oleh Suparto Brata yang dikenal sebagai sastrawan dan pemerhati dunia buku di Jawa Timur. Kehadiran Suparto Brata sebagai bentuk dukungan bagi sastrawan-sastrawan muda di Jawa Timur.

“Kita harus mampu menjadi pahlawan bagi kota Surabaya dan bangsa ini, dengan mendokumentasikan sejarah melalui tulisan dan membaca buku. Penulis Surabaya harus memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia, dari Surabaya untuk Indonesia,” ucap Suparto.

Dalam Mozaik Ingatan ada tujuh penulis yang menyumbangkan karyanya, yaitu Agus Budiawan, Arief Junianto, Eko Darmoko, Finsa Eka Saputra, Itok Kurniawan, Rangga Agnibaya, dan Risang Anom Pujayanto. Mereka semua adalah mahasiswa dan alumni Jurusan Sastra Indonesia Universitas Airlangga.

Dalam antologi cerpen terbitan penerbit Leutika Prio Yogyakarta ini terdapat 14 cerpen yang memotret realita kehidupan masyarakat Surabaya. Ke-14 cerpen yang sebelumnya tersebar di berbagai media massa ini kemudian disatukan dalam sebuah antologi.

Terkait dengan konten buku Mozaik Ingatan, Bramantio S.S., M.Hum., kritikus sastra dan dosen Sastra Indonesia Unair mengemukakan antologi ini merupakan potret realita yang ada di sekitar penulisnya, karena sesungguhnya penulis itu menuliskan realitas. Realitas yang disajikan oleh ketujuh penulis itu meski terkesan melodramatik dan klise, tetapi tetap menggambarkan kehidupan masyarakat proletar, kebanyakan, dan awam yang ada di Indonesia.

Antologi cerpen ini sekaligus menjawab keraguan public terhadap kemampuan akademisi dan sastrawan lulusan universitas. Dengan diterbitkannya antologi ini, diharapkan dunia prosa sastra di Surabaya semakin menggeliat. Antologi ini juga diharapkan benar-benar mampu menjadi cermin untuk memotret secara nyata masyarakat Surabaya.

sumber: Universitas Airlangga dan Warta Unair


About this entry