Sastrawan Prediksi Kesusastraan Indonesia 25 Tahun ke Depan

Surabaya, Lensa Indonesia, 09 November 2010 | 08:19- Puluhan sastrawan dan penggiat sastra berkumpul dalam acara bertajuk Gebyar Sehari Sastra di Balai Pemuda Surabaya, Selasa (9/11). Mereka mengerahkan pemikiran dan imajinasi untuk memprediksi kesusastraan Indonesia pada 25 tahun ke depan.

Acara dikemas dalam bentuk talk show dengan pembicara Kris Budiman (kritikus sastra), S. Yoga
(novelis) dan Afrizal Malna (penyair). Pandangan para pembicara ditanggapi oleh tiga panelis yaitu Ayu Sutarto (budayawan), Tjahjono Widijanto (penyair) dan Budi Darma (novelis).

Ketua Umum FSS 2010, Basuki Babussalam, mengatakan ranah sastra membutuhkan perdebatan yang melambung jauh. Bukan saja bersandar pada kondisi sastra saat ini, namun juga melibatkan kondisi kesusastraan jauh di masa silam.

“Orientasinya di arahkan jauh ke depan. Tidak hanya untuk kepentingan satu atau lima tahun ke depan. Tapi visi yang diusung melompat hingga ke puluhan tahun mendatang. Inilah saatnya memperdebatkan kondisi kesusastraan 25 tahun ke depan,” ujarnya.

Menurut Basuki, lompatan jauh ke depan ini penting digagas untuk memberi ruang bagi fantasi, prediksi dan utopia. Hal ini diharapkan akan menghasilkan pemikiran yang segar dan inspiratif, namun tetap bersandar pada realitas sekarang. Perdebatan juga melibatkan jejak-jejak peristiwa maupun perkembangan yang telah diraih dalam sejarah kesusastraan Indonesia selama ini.

Talk show dilanjutkan dengan launching buku cerpen Cerita Singkat dan Tafsir Politik karya Beni Setia dengan pembahas Fahruddin Nasrullah. Kemudian diluncurkan buku puisi Wong Kam Pung dari penyair F Aziz Manna dengan pembahas Triyanto Triwikromo.

Malamnya, pengunjung disuguhi berbagai pertunjukan sastra. Ada Tan Lioe Ie dari Bali, Budi Palopo dari Surabaya, Masyarakat Lumpur dari Bangkalan dan Sosiawan Leak dari Solo.

Di sela pertunjukan sastra, ada pembacaan puisi dari tiga pemenang lomba baca puisi pelajar se- Jatim. Kemudian diumumkan hasil lomba cipta cerpen nasional yang digelar Oktober. Panitia menyebutkan, 10 pemenang lomba didominasi oleh sastrawan Surabaya. Mereka adalah S Jai, Hanif Nasrullah, Sulfiza, Ahmad Faishal, Hanna Fransisca, Agus Budiawan, Zaki Zubaidi, Denny Prabowo, Guntur Alam, dan Choirul Wadud.

By Lia
Sumber: http://lensaindonesia.com/view.php?ID=1034


About this entry