Puisi Agus Budiawan

Syair Batu Kapur

;kepada Fathul M. alm.

 

kurapal syair-syair

dalam setiap remahan batu kapur sisa pahatan

tersemat doa pada ukiran nama

mengenangmu

seperti arca mengenang sejarah

 

rasanya baru kemarin

kulihat seorang kanak meronta-ronta

tak rela lepas dari gendongan bapaknya

rasanya baru kemarin

tertatih belajar berjalan

berkali-kali tersungkur pada lantai porselen

rasanya baru kemarin

kuberikan untukmu sebuah doa

yang tersembunyi pada nama

yang tertera dalam akta

 

tapi benar kemarin

aku melihat puluhan manusia berarak

melantunkan lafal-lafal kebesaran

dalam hentakan sandal-sendal jepit

yang mengantar pulang

 

lima tahun sudah

tapi rasanya baru kemarin

terbaring dengan menahan gigil

dengan jubah sehelai yang cuma satu-satunya

yang telah lapuk

dengan tubuh semakin habis

terkikis

dengan batu kapur

menua

 

rasanya baru kemarin

ku rapal syair-syair pada batu kapur

yang kini diam membisu

di atas kuburmu

 

(Surabaya, 2010)

*Masuk 50 Besar Sayembara Cerpen & Puisi Komunitas Markas Sastra FIB UI 2010

 


About this entry