Sepenggal Cerita yang Tertinggal di Pantai Delegan

pantai-delegan-3

Jarak lokasi Pantai Delegan sekitar 75 menit ke utara dari pusatkotaGresik, tepatnya berada di desa Delegan. Pantai Delegan yang terkadang disebut pasir putih oleh warga sekitar, merupakan satu-satunya tempat wisatakotaGresik yang telah lama ada dan konon ramai dikunjungi warga.

Namun, setelah di lihat lebih detail lagi, ternyata sebagian besar yang mengunjunginya hanyalah warga sekitar Delegan dan beberapa orang dari pusatkotaGresik, dan sedikit orang darikotatetangga. SepertikotaSurabayaatau Lamongan.

Malah orangSurabayadan Lamongan sendiri banyak yang kurang tahu tentang keberadaannya wisata ini. Memang Walikota Gresik tidak terlalu fokus untuk mempercantik pantai ini. Beberapa alasannya adalah jauhnya lokasi dari pusatkota.

Namun sebenarnya hal itu bukan masalah yang jadi penghambat untuk pelestarian daerah ini. Karena jalan ke pantai Delegan ini searah dengan jalan ke Lamongan apabila dariSurabayadengan motor atau tanpa melalui jalan Tol.

(Lihat! lokasi pantai Delegan gak jauh dari desa saya, desa Wotan nan indah, tentram dan damai)

Selain itu, warga sekitar juga kurang perhatian dalam mempercantik dan mempromosikan wisata cantik ini. Berkali-kali saya mengunjungi daerah ini, kecantikannya tak kalah dengan pantai-pantai terkenal diIndonesia, khususnya Jawa. Bila saya bandingkan dengan pantai pasir putih di selatan Jawa, atau pantai Ancol, pantai Delegan juga memiliki keindahan yang tak jauh beda. Hanya saja pantai Delegan lebih kecil, tak terorganisir dengan baik, sedikit turis, dan jauh dari pusatkota.

(Pantai ini menyediakan persewaan ban pelampung dan juga makanan-jajanan khas ‘ndeso’. Foto: gresik.wordpress.com)
Bu Sum misalnya. Pedagang Simping (hewan laut yang bercangkang putih bulat, sejenis kerang namun lebih lebar dan tipis) yang berdagang di dekat wisata pantai Delegan ini hampir tiap harinya hanya melayani warga-warga sekitar, dan jarang sekali mendapati pelanggan yang berasal dari luarkota. Bu Sum juga berkata bahwa rata-rata pengunjung wisata ini ada yang memang sengaja ingin mengunjungi dan beberapa diantaranya hanya singgah setelah rekreasi di goa Maharani, atau Wisata Bahari Lamongan.
(Eiiiitzzz!! jangan salah paham, ini bukan foto Bu Sum dan keluarganya, tapi salah satu keluarga pengunjung pantai Delegan. Foto: antondharma.blogspot.com)

Sangat disayangkan apabila satu-satunya permata kota Gresik dijadikan cadangan atau alternatif dari rekreasi ke tempat-tempat wisata di daerah kota Lamongan. Padahal lahan yang tersedia cukup luas, potensi yang ada cukup tinggi, dan apabila dikelola dengan baik, kemungkinan untuk mendapatkan profit kota sangatlah tinggi pula.

(Kalo di tempat umum yang ini gak boleh ditiru ya adek-adek sekalian…!!)

Namun yang lebih disayangkan lagi, beberapa remaja sekitar berkunjung ke wisata ini untuk berkencan dan melakukan hal-hal yang tidak umum di depan umum. Dimana hal tersebut seharusnya dihindari apabila menginginkan wisata pantai Delegan ini dikunjungi banyak orang dan ternama minimal di daerah Jawa Timur.

(Sumber berita: berita.univpancasila.ac.id)
Lihat Saja Ini!
(Menerbangkan layang-layang. foto: detik.com)
(Membangun istani pasir. Foto: detik.com)
(No comment. Em, semoga bahagia dunia-akherat aja deh. Foto: detik.com)
(Ayo, dorong terus Mama, sampai ke tengah! Foto: detik.com)
(Mungkin ini “cintamu membunuhku”. Foto: asabeureka.wordpress.com)
(Ayo, bawa kabur mumpung yang punya sibuk ‘ngumpo’. Foto: gresik9000.blogspot.com)
(Aku pasti bisa, Ibu! Foto: gresik9000.blogspot.com)
(Kamu aman bersama Ayah. Foto: pesonagiri blogspot com)
(Aku tidak akan melepaskanmu, Ayah! Foto: famiedidikwb.blogspot.com)
(Jangan takut, aku akan selalu ada di dekatmu. Foto: thearoengbinangproject.com)
(Menunggu, senja jatuh. Foto: thearoengbinangproject.com)
(Hati-hati, dik. ‘Sira’mu… Foto: gresik.wordpress.com)
–00–

About this entry