solilokui malam sepi

I

di jendela kataku lahir sebuah nama

dari aksara-aksara yang teraba

kau hadir dalam lamun yang mengembun

tumbuh seperti entah

 

menghadirkanmu di jendela kataku

seumpama doa dalam gerutu

imajinasiku

II

kita tak pernah duduk beriringan

selama ini

seperti ada sebuah percakapan yang hadir di antara spasi

pada sebuah pertemuan singkat

 

kau sengaja mencipta jarak

seakan abai pada rasa yang kualamatkan padamu

– aku hanya belum percaya, katamu

 

III

kau termangu dalam ragu

seperti mengeja malam kelam

manakar rasi tanpa tepi

 

dan aku serupa nelayan tanpa mata di malam buta

berlayar tanpa dermaga

hilang lenyap

kabut

 

aku tak butuh peta

hanya ingin serupa cahaya

yang berpendar di kerling matamu

 

kau pernah berkata

– benar aku mencintai malam

namun aku belum sempat berkata

– benar aku mencintaimu

 

sebab itulah aku ingin menemukanmu

menemukan pelukan

 

Grahapena, 14/5/12


About this entry