hidangan tengah malam

1

(Ilustrasi: “Cheese & Wine Party” by Simon Fairless)

Eleora terlihat duduk di bawah lampu yang sengaja ia ciptakan meremang. Jendela ia biarkan menganga – menyerahkan tubuhnya kepada hempasan angin malam sepenuhnya. Rembulan yang hanya sedikit bersinar tertutup awan hitam menjadi menggelisahkan baginya. Derik serangga atau erangan anjing-anjing jalanan tak pernah ia hiraukan. Ia hanya menatap pada hidangan yang telah tersaji di atas meja; di hadapannya.

Sudah beberapa waktu yang lalu ia menyiapkan sendiri hidangan itu; untuk sebuah kepastian. “Jika ia datang, maka ia benar mencintaiku,” gumamnya, lirih, hampir tak terdengar. Meskipun beberapa kali Orang Yang Ia Tunggu tak pernah datang, ia terus saja meyajikan hidangan yang sama.

“Akan ku siapkan hidangan makan malam kesukaanmu!” kata Eleora kepada Orang Yang Ia Tunggu, kala itu.

Dan waktu akan selalu berjalan sama. Hidangan makan malam yang ia siapkan untuk Orang Yang Ia Tunggu selalu menjadi hidangan tengah malam, yang pada akhirnya ia santap sendiri dengan resah. Dengan mulut bergetar ia akan mencoba menjejalkan potongan telur mata sapi ke dalam kerongkongannya. Ia tak pernah bisa menikmatinya, sedang matanya begitu dalam, menatap entah kemana.

“Sayang, jika suatu saat, pada sepotong malam, aku mulai lelah dan tak lagi menyiapkan hidangan makan malam kita, atau aku tak lagi bisa menunggumu, yakinlah itu bukan karena aku tak lagi menyayangimu dan bukan karena tak lagi mengharapkanmu. Sama sekali bukan…”

Eleora bergumam, sedang mulutnya seperti tak bergairah melumat sepotong telur mata sapi dan berusaha keras mendorong ke dalam lambungnya yang dingin.

“Pada saat itu mungkin aku akan mundur, karena pada saat itu aku mungkin sudah mulai sadar bahwa kamu memang tak pernah menginginkanku.”

Eleora tersedak. Seperti ada sesuatu yang bergemuruh di dadanya. Ia lalu berdiri lalu meninggalkan hidangan di atas meja yang telah menjadi dingin. Ia hanya sekali berbalik menatap meja dengan hidangan tengah malam itu sebelum menghilang ditelan kegelapan. * 290512


About this entry