Mencoba Mitos Beringin Kembar di Yogyakarta

Berlibur ke Yogyakarta, biasanya tempat wisata yang banyak dituju para pelancong adalah kawasan Malioboro. Tetapi pernahkah Anda menikmati suasana malam di alun-alun Yogyakarta?

Keraton Yogyakarta memiliki dua alun-alun, masyarakat setempat mengenalnya sebagai Alun-alun Lor, terletak di halaman depan Keraton dan Alun-alun Kidul yang berada di sebelah selatan Keraton. Setiap malam minggu, kedua alun-alun ini biasanya ramai dikunjungi, baik warga setempat maupun wisatawan. Alun-alun Kidul biasanya lebih ramai pengunjung dibanding Alun-alun Lor. Barangkali karena di lapangan ini terdapat dua pohon beringin kembar yang telah lama menyimpan mitos.

36 (35)Sekilas memang tidak ada yang istimewa dari kedua pohon raksasa tersebut. Tetapi mitos yang telah lama berkembang di masyarakat Jogja inilah yang membuat penasaran banyak orang. Konon, jika seseorang berhasil melewati celah dari kedua pohon itu dengan mata tertutup, semua permintaannya akan terkabul. Bahkan jika sepasang kekasih berhasil melewati celah ini bersama-sama dengan mata tertutup, maka hubungannya pun akan langgeng.

Beberapa orang berhasil melewati celah di antara kedua pohon ini pada kesempatan pertama, tetapi lebih banyak yang memerlukan usaha berkali-kali sebelum akhirnya bisa melewati celah kedua pohon beringin ini. Oleh masyarakat sekitar, permainan melewati celah beringin ini dinamakan “Masangin” (masuk di antara dua pohon beringin).

Tidak sedikit mereka yang mencoba Masangin, justru berjalan menjauhi beringin, berputar arah, atau bahkan menabrak beton yang memagari beringin. Padahal celah di antara dua pohon beringin tersebut sangat lebar. Inilah yang membuat wisatawan semakin penasaran mencobanya, terlebih pada saat malam hari. Masyarakat mempercayai, bermain Masangin di waktu malam lebih menantang karena suasana atmosfer di bawah pohon beringin ini yang berbeda.

Menurut cerita masyarakat setempat, dahulu kala pada masa kerajaan Sultan Hamengkubuwono I ada seorang putri yang cantik rupawan. Kecantikannya begitu terkenal, banyak pemuda yang jatuh hati dan ingin melamarnya. Namun tidaklah mudah untuk menaklukkan hati sang putri, ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu pemuda yang melamarnya harus dapat melewati celah pohon beringin kembar dengan mata tertutup.

Konon, menurut Sultan orang yang dapat melewati celah beringin tersebut adalah seseorang yang mempunyai hati bersih dan tulus. Banyak yang mencoba, tetapi tidak ada yang berhasil, kecuali anak Prabu Siliwangi yang akhirnya menjadi suami sang putri. Selain itu, tempat ini pernah dijadikan sebagai pertahanan gaib untuk mengecoh pasukan Belanda yang ingin menyerang keraton agar mereka kehilangan arah.

36 (37)Kini, permainan Masangin ini dimanfaatkan sejumlah warga untuk menawarkan jasa sewa penutup mata. Jika tidak membawa kain sebagai penutup, pengunjung bisa menyewanya dengan membayar Rp 4.000. Percaya atau tidak, namun mitos tersebut layaknya usaha memperjuangkan cita-cita yang tak selalu berjalan mulus.

Saat senja hingga tengah malam, di alun-alun ini juga diramaikan sepeda dan odong-odong hias. Kendaraan modifikasi dengan beraneka bentuk dan dihiasi lampu-lampu kecil berwarna-warni ini menjadi daya tarik tersendiri. Lelah bermain masangin, warga dapat bersantai mengayuh sepeda atau odong-odong mengelilingi alun-alun ini.


About this entry