Pendakian Mahameru

Saya selalu berusaha untuk tidak setengah-setengah dengan apa yang saya cintai, termasuk ketika berbicara tentang Manchester United. Mencintai Manchester United adalah sebuah kebanggaan tersendiri sehingga ketika pergi ke tempat-tempat yang bisa dibilang “wow” saya akan membawa serta bendera atau syal MU, termasuk dalam pendakian ke puncak gunung tertinggi di pulau Jawa, Mahameru, Gn. Semeru, Jawa Timur.

Gunung Semeru memiliki ketinggian 3.676 Mdpl, merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa, dan gunung berapi tertinggi nomor 3 di Indonesia setelahGunung Kerinci (3.805 Mdpl) dan Gunung Rinjani (3.726 Mdpl). Semeru hanya memilik satu jalur pendakian yaitu melalui Desa Ranupani, Lumajang. Untuk menuju Ranupani, dari arah Malang (Terminal Arjosari) pendaki bisa menggunakan angkutan umum jalur TA (Tumpang-Arjosari Rp. 5000) dan turun di pasar Tumpang. di pasar Tumpang pendaki bisa menggunakan hartop atau jeep untuk menuju Desa Ranupani, tarif kendaraan ini adalah Rp 450.000 per jeep (September 2011), satu jeep bisa di isi 10 sampai 15 orang.

Jika isi dompet pendaki terbilang tipis dan mencari transportasi yang murah bisa naik truk. Tarif menggunakan truk Rp. 30.000 per orang, dan harus bersedia ditempatkan dengan pupuk kandang seperti ada pada gambar. Dalam perjalanan dari Tumpang ke Ranupani truk akan beberapa kali berhenti untuk menurunkan pupuk-pupuk tersebut. Truk berangkat dari Tumpang ke Ranupani sekitar jam 5.00 sampai jam 7.00 pagi.
Ranupani merupakan tempat untuk mengurus perijinan pendakian. Adapun persyaratan yang diharuskan untuk mendaki adalah: Surat Kesehatan (bisa disiapkan dari rumah atau minta di Puskesmas Tumpang Rp 5.000). Karcis Masuk TNBTS (Rp 2.500/orang). Asuransi (Rp 2.000/orang). Surat Ijin Pendakian (Rp 5.000/kelompok). Foto copy KTP
Pendaki bisa mengurus Surat Ijin Pendakian di Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di dekat Pasar Tumpang, atau di Pos Perijinan di Desa Ranupani. Pendaki mulai berjalan kaki mulai dari Ranupani.
Ranupani – Ranu Kumbolo (4 jam)
Setelah selesai mengurus surat perijinan, pendaki sudah bisa mulai melakukan pendakian dari Ranupani. Jarak antara Ranupani sampai Ranu Kumbolo sekitar 4 jam. Dalam perjalanan, pendaki akan melewati 4 pos pemberhentian, namun pos 4 sudah sangat dekat dengan Ranu Kumbolo sehingga para pendaki lebih memilih untuk langsung turun ke Ranu Kumbolo daripada berhenti di pos 4.
Ranu Kumbolo adalah salah satu primadona Gunung Semeru. Ranu Kumbolo berada di ketinggian 2.400 mdpl, serta menjadi tempat peristirahatan dan berkemah bagi para pendaki. Setibanya di Ranu Kumbolo, rasa lelah seolah impas dengan pesona yang akan Anda rasakan. Pemandangan di sekitar danau sangat meneduhkan mata. Perpaduan pohon cemara, semak-semak yang hijau, dan langit yang biru, menjadi refleksi tersendiri. Tak ketinggalan, pesona Ranu Kumbolo akan mencuri hati Anda!
Ranu Kumbolo seolah oase yang menyegarkan. Perpaduan alam yang hijau dan segarnya pemandangan danau, dijamin akan melepas segala jenis rasa penat Anda. Ditambah suasana yang dingin dan sejuk, Ranu Kumbolo pantas disebut sebagai tempat yang sempurna untuk bersantai.
Tidak hanya itu, sunrise di Ranu Kumbolo akan menambah rasa kagum Anda. Panorama matahari terbitnya sangat cantik dan mempesona. Warna cahaya mentari yang keemasan terpantul oleh permukaan danau.
Tidak ada yang membantah kecantikan sunrise di Ranu Kumbolo. Serta, tidak sedikit para fotografer yang mengabadikan pemandangan tersebut dalam kameranya masing-masing. Sunrise di Ranu Kumbolo akan menambah rasa kagum Anda pada ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa.
Bagi pendaki yang yang nekat tidak membawa tenda (seperti saya dan tiga teman saya di atas) bisa membawa sleeping bag dan bermalam di selter Ranu Kumbolo. Tapi saran saya lebih baik membawa tenda sendiri untuk jaga-jaga tidak kebagian tempat di selter. Untuk bagi saya karena waktu melakukan pendakian hanya sedikit pendaki lainnya sehingga bisa bermalam di selter.
Ranu Kumbolo – Kalimati (3 jam)
Setelah bersantai di Ranu Kumbolo, pendaki harus menyiapkan stamina ekstra lagi untuk melakukan pendakian selanjutnya menuju Kalimati (batas terakhir pendakian). Ujian pertama adalah tanjakan yang disebut dengan “Tanjakan Cinta” yang berada di sebelah barat danau Ranu Kumbolo dengan kemiringan tidak kurang dari 45 derajat dan merupakan rute tanjakan yang landai tapi panjang.
Julukan “Tanjakan Cinta” tersebut bermula dari mitos yang beredar di kalangan pendaki. Menurut beberapa sumber mitos ini lahir dari kisah tragedi dua sejoli yang sudah bertunangan saat mendaki tanjakan tersebut.  Konon, waktu itu, si cowok melewati tanjakan tersebut lebih dulu. Sementara calon istrinya kepayahan naik tanjakan itu, cowok tadi cuma melihat dari atas sambil foto-foto. Naas, pendaki cewek ini tiba-tiba pingsan dan jatuh terguling ke bawah, kemudian tewas.
Untuk itu, bagi siapa saja yang berhasil menaiki tanjakan cinta tanpa berhenti dan menoleh ke belakang dipercaya kehidupan cintanya akan berakhir dengan bahagia. (yang percaya silahkan dicoba dan bagi yang tidak percaya boleh mencoba juga untuk mengukur seberapa kuat stamina kalian untuk menaklukkan tanjakan cinta).
Setelah berhasil melewati tanjakan cinta, pendaki akan disuguhi pemandangan yang luar biasa indah di Jambangan dan Oro-Oro Ombo.  Padang rumput Jambangan berada di ketinggian 3200 mdpl dengan tumbuhan speerti cemara, mentigi, dan bunga edelweis. Karena tempatnya datar alias tidak bergelombang, Jambangan menjadi tempat favorit pada pendaki untuk beristirahat sambil menikmati udara sejuk. Disini, juga menjadi tempat ideal untuk mengabadikan Gunung Semeru dari kejauhan.
Sedangkan padang rumput di Oro-oro Ombo membentang seluas 100 hektare. Tempat ini berada di lembah yang dikelilingi bukit-bukit gundul dengan tipe ekosistem asli tumbuhan rumput. Lokasinya berada di bagian atas tebing yang mengelilingi Ranu Kumbolo. Uniknya, padang rumput ini mirip sebuah mangkok berisikan hamparan rumput yang berwarna kekuning-kuningan, pada waktu-waktu tertentu di beberapa sudut Oro-oro Ombo terendam air hujan.
Nama Oro-oro Ombo dalam bahasa Jawa memiliki arti padang rumput yang luas. Warga setempat dan para pendaki, sepakat bahwa panorama Oro-oro Ombo  terindah kedua setelah puncak Semeru. Keindahannya membuatnya menjadi tempat yang cocok untuk orang-orang yang ingin menenangkan pikiran karena banyak masalah.
Pohon pinus tumbuh sumbur di kawasan ini membuat pemandangannya tidak berbeda jauh dengan dataran savana di Eropa. Ketika musim hujan, padang rumput ini tampak hijau dan menjadi waktu terindahnya disepanjang musim yang ada di Indonesia. Titik-titik embun senantiasa berada di pucuk dedaunan. Menetes pelan dan memberikan nuansa eksotisme yang teramat sangat.
Sayangnya, pendakian ke puncak Semeru lebih baik dilakukan pada musim kemarau yakni bulan Mei, Juni, Juli, Agustus dan September. Mendaki di musim hujan sangat berbahaya karena sering terjadi badai dan tanah longsor. Setelah melewati keindahan Jambangan dan Oro-oro Ombo, para pendaki bisa istirahat sejenak di Cemoro Kandang untuk kembali menikmati lanskap yang baru saja terlewati.
Setelah merasa stamina sudah terkumpul kembali, pendaki bisa melanjutkan pendakian melewati rimbung pepohonan cemara untuk menuju Kalimati. Sepanjang perjalanan akan ditemukan jalan yang cukup mendaki tetapi tidak terlalu curam.
Setelah melakukan perjalanan jauh, rasa lelah akan sedikit terbayar ketika sudah mendekati Kalimati. Di sekitar perjalanan akan ditemukan ladang Edelweis. Namun, jika musim hujan/atau kebetulan sering hujan, bunga akan tampak tidak terlalu bagus. Sayangnya ketika saya ke sana beberapa kali turun hujan sehingga Edelweis-nya tidak terlalu bagus.
Dari sini sudah dekat Kalimati dan bisa dengan jelas melihat puncak Mahameru. Bagi pendaki yang tidak membawa tenda bisa bermalam di selter Kalimati. Di selter Kalimati terdapat lima kamar sehingga jika pendaki takut tidak kebagian tempat lebih baik membawa tenda sendiri. Beruntung kami mendaki saat tidak banyak pendaki.
Yang bawa tenda bisa mendirikan di sebelah kanan selter (jika dilihat dari posisi foto di atas) di mana terdapat pohon cemara rindang yang bisa meminimalisir terpaan angin dingin di malam hari. Jangan mendirikan tenda di sebelah kiri selter yang merupakan hamparan pasir tanpa pepohonan.
Nah, itu posisi kiri selter. Tenda itu bukan milik saya, tetapi milik bule dari Inggris. Dia seorang diri mendaki Semeru dengan ditemani porter (jasa pembawa barang sekaligus penunjuk arah pendakian). Di Kalimati pendaki bisa bersantai terlebih dahulu, bisa makan atau mungkin bermain bola di hamparan pasir (kalau anda termasuk orang bertenaga kuda).
Setelah menikmati santapan makan sore/malam, pendaki disarankan untuk sesegera mungkin tidur untuk mengumpulkan stamina untuk menaklukkan Mahameru.
Kalimati – Arcopodo (1 jam)

Apa dan di manakah Arcopodo? Setiap pendaki yang berhasil mencapai Puncak Mahameru sudah pasti akan melewati Pos Arcopodo. Arcopodo dalam bahasa Jawa Kuno berarti Archa = arca Padha = tempat, merupakan sepasang arca tertinggi di Pulau Jawa yang terletak pada ketinggian 3002m dpl.

Namun anda pasti akan kecewa ketika tidak mendapati sepasang arca tersebut di Pos Arcopodo, karena memang letaknya tidak di pos tersebut.

Arcopodo – Puncak Mahameru (5 jam)
Di sinilah stamina pendaki benar-benar dikuras habis. Jalur pendakian berupa pasir dan batu serta serta lereng yang curam tidak jarang membuat nyali pendaki ciut kemudian memutuskan kembali turun sebelum mencapai puncak abadi para dewa. Keuntungan saya ketika mendaki adalah pasir yang sedikit padat karena malamnya turun hujan.
Tapi usaha yang tak kenap putus asa akan terbayar ketika pendaki berhasil mencapai puncak. Kalian akan menjadi orang tertinggi di Pulau Jawa jika berhasil menjejakkan kaki di puncak Mahameru! dan tentu saja melihat pemandangan sekitar yang begitu Amazing! Dan rasa lelah akan hilang begitu saja ketika melihat pemandangan seperti itu.
Mahameru, adalah sebutan terkenal dari puncak Gunung Semeru dengan ketinggian ± 3.676 meter diatas permukaan laut ( mdpl ), menempatkan diri sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa. Gunung Semeru termasuk salah satu dari gunung berapi yang masih aktif di Jawa Timur, terletak diantara wilayah Administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang dengan posisi geografis antara 7°51’ – 8°11’ Lintang Selatan, 112°47’ – 113°10’ Bujur Timur. Karena itu hati-hati dengan asap Wedus Gembel…
Ketika sampai di puncak Mahameru tentu saja saya tidak lupa dengan niat saya sebelumnya, yaitu mengibarkan United Flag di puncak tertinggi Pulau jawa.
Dan tentu saja tidak ketinggalan membentengkan syal United dong..!
Gie, IN MEMORIAM
Intelectual abortus. Begitu ia dikenal. Seorang intelektual yang mati muda. Meninggal di usia emasnya, yakni 27 tahun Soe Hok Gie meninggalkan banyak cerita. Ia yang seorang mahasiswa Jurusan Sejarah Fakultas Sastra UI, ia yang seorang pendiri Mapala UI, ia seorang penulis, seorang mahasiswa yang kritis dan juga seorang pendaki gunung.

INDONESIAN GREEN RANGER

MAHAMERU
Yang mencintai udara jernih
Yang mencintai terbang burung-burung
Yang mencintai keleluasaan & kebebasan
Yang mencintai bumi

Mereka mendaki ke puncak gunung-gunung
Mereka tengadah & berkata, kesana-lah Soe Hok Gie & Idhan Lubis pergi
Kembali ke pangkuan bintang-bintang

Sementara bunga-bunga negeri ini tersebar sekali lagi
Sementara saputangan menahan tangis
Sementara Desember menabur gerimis

24 Desember 1969
Sanento Yuliman

Bertemu Fans Arsenal
Ketika mencapai puncak, saya melihat ada bule yang terus mengamati saya ketika saya berfoto-foto dengan bendera dan syal United. Nah, tenda yang menemani saya berpose dalam foto di Kalimati itu adalah tenda milik bule tersebut. Ketika saya dekati dan saya tanya, dia mengaku berasal dari London dan mengaku fans Arsenal. Tanpa ba-bi-bu langsung saja saya minta foto bareng bersama bule tersebut. hehe
OKE deh……Akhirnya…Total jarak antara Ranupani – Puncak Mahameru adalah sekitar 17 Km.. Tujuh belas kilometer yang sangat menakjubkan. Sepanjang jarak itu pendaki akan disajikan pemandangan dan panorama alam yang luar biasa..
Mendaki melintas bukit
Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan didalam dingin
Berselimut kabut Ranu Kumbolo…Menatap jalan setapak
Bertanya – tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cintaReff :
Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewaMasihkah terbersit asa
Anak cucuku mencumbui pasirnya
Disana nyalimu teruji
Oleh ganas cengkraman hutan rimba
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta
Back to Reff :Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta
Back to Reff :Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sampaikan sejuk embun hati
Mahameru basahi jiwaku yang kering
Mahameru sadarkan angkuhnya manusia
Puncak abadi para dewa…
MAHAMERU -Dewa 19
***
LIHAT JUGA: Mahameru, Sekali Lagi

About this entry