Ade Kurniawan Baca Puisi

February 9, 2013 § Leave a comment

Saat Musim Tak Lagi Mencintai Kita

Karya Galih Pandu Adi

barangkali benar,
kita mungkin tak perlu banyak bertanya
kenapa aku mesti menjadi angin yang memelukmu sedemikian rupa
lantas, saat kau berpaling
hanya ada sepi belaka

langit jatuh tepat di atas kepala kita
kau retak dari bilangan kesekian
musim di matamu menjadi begitu demam
aku sejak mula, telah dipilin purnama sebagai sajak,
sebagai hujan di dadamu,
sebagai angin yang melepaskanmu,
sebagai keranda yang memantrai jantungmu.

(Semarang 2011)

-Lokasi: Jogjakarta, titik nol kilometer. tanggal: 21 November 2012-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ade Kurniawan Baca Puisi at .

meta

%d bloggers like this: