Danau Segara Anak, Surga Para Pemancing di Ketinggian

IMGP3865

Masih tentang Gunung Rinjani dan segala keindahannya. Kali ini saya ingin sedikit mengulas tentang danau segara anak, surga bagi para pemancing di ketinggian. Bagi para pendaki gunung Rinjani, danau segara anak bak oase di tengah gurun pasir, sementara bagi para pendaki yang juga memiliki hobi memancing, tempat ini bak surga yang berisi jutaan ikan.

Banyak pendaki yang membawa perlengkapan pancing saat mendaki. Setelah mencapai puncak, pendaki akan langsung turun ke danau. Untuk mencapai danau, pendaki harus berjalan turun melewati tebing curam. Namun, beratnya medan akan terbayar lunas ketika sampai di bibir danau dengan permukaan air yang tampak biru seperti di laut.

Berada di atas ketinggian 2.003 meter di atas permukaan laut (mdpl), danau segara anak memiliki luas 1.100 ha. Air di dalam danau tidak bisa dikonsumsi karena memiliki kadar belerang yang tinggi. Meskipun berada di ketinggian, air di danau ini tidak dingin tapi justru hangat. Ajaibnya, danau segara anak telah ditetapkan sebagai salah satu danau  panas vulkanik terbesar di dunia.

Danau yang memiliki volume air 1,02 kilometer kubik ini memiliki temperatur harian air permukaan danau segara anak adalah 20-22 derajat Celsius. Hal ini disebabkan ada aktivitas vulkanik di dasar danau dekat gunung Baru Jari yang terletak di tengah danau. Dengan konsisi seperti itu, air danau tidak baik untuk konsumsi meskipun dimasak terlebih dahulu.

Untuk menarik minat pendaki dan juga untuk mata pencaharian warga setempat, pada tahun 1985 Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akhirnya menebar benih ikan di danau. Meskipun memiliki kadar kimia yang besar, danau dengan kedalaman 230 meter ini memiliki sirkulasi air yang sangat bagus. Sirkulasi yang bagus membuat perkembangbiakan ikan juga bagus, terutama ikan nila, mujaer, dan mas.

109

Saat melakukan pendakian saya tidak membawa alat pancing, tapi beruntung karena di sana saya mengenal seorang porter yang berbaik hati mau meminjamkan pancing kepada saya. Menurut keterangan dia, hampir semua porter rinjani memiliki simpanan pancing yang ditaruh di bawah semak-semak. Menurut saran dia juga, waktu yang paling pas untuk mulai memancing adalah pada pagi hari.

Benar saja, tidak sulit bagi saya untuk mendapatkan ikan dengan alat pancing seadanya; dengan kail terbuat dari bilah bambu. Setidaknya dalam waktu singkat saya sudah bisa mengangkat tujuh ekor ikan. Hanya saja, keberuntungan selalu bermain dalam kegiatan mancing-memancing. Mendapat ikan besar atau kecil tergantung pada nasib masing-masing.

Untuk bisa menikmati sensasi strike di danau tertinggi di Pulau Lombok cukup dengan umpan cacing. Bagi yang tidak membawa persediaan cacing atau kehabisan tidak perlu khawatir atau panic. Di sepanjang pinggris danau kita bisa mengorek tanah untuk mendapatkan cacing yang melimpah. Tapi kita perlu hati-hati ketika akan mencari cacing karena di sepanjang bibir danau banyak kotoran manusia.

Setelah memancing, kegiatan yang tak kalah istimewa adalah bakar ikan. Proses memasak dengan dibakar atau digoreng tentu saja terserah pada keinginan masing-masing. Tapi, dengan cara membakar menjadi lebih nikmat bagi saya. Cukup dengan mengumpulkan kayu bakar yang banyak tersedia di sana, sedikit spirtus atau minyak tanah, dan tentu saja korek api, ikan yang sudah ditusuk dengan kayu siap dibakar.

113

Dengan begini saya benar-benar bisa merasakan nikmat yang sudah disediakan oleh alam untuk manusianya. Tak ada kenikmatan selain memperoleh ikan dari alam bebas, memasaknya di alam bebas, dan menikmatinya dengan keindahan panorama alam bebas danau segara anak dengan naungan kabut tipis dan angin sepoi.

Yap, danau segara anak telah menjadi surga pemancing di ketinggian. Semoga suatu saat saya bisa kembali ke tempat terindah di Indonesia ini. Salam Lestari.


About this entry