Sulitnya Mancing di Ranu Kumbolo

IMGP421230 Juli – 01 Agustus 2013 | Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, Jawa Timur.

30 Juli 2013

Kecantikan Ranu Kumbolo memang bisa dengan mudah membuat para pendaki gunung Semeru jatuh cinta, tidak terkecuali saya. Sebelum ini saya sudah mencapai puncak Mahameru dua kali dan hanya mampir sebentar di Ranu Kumbolo. Target mencapai puncak memang membuat waktu saya berada di Ranu Kumbolo begitu singkat. Oleh karena itu, kali ini saya hanya ingin menghabiskan tiga hari di tepi danau untuk menikmati keindahannya.

IMGP4282

Setidaknya terdapat tiga hal besar yang membuat saya tetap nekat melakukan pendakian Semeru meskipun dalam keadaan berpuasa, yaitu buka puasa, mancing, dan menyambut matahari pertama bulan Agustus di Ranu Kumbolo. Mungkin alasannya tidak sederhana yang dipikirkan karena bulan Agustus menjadi bulan yang spesial bagi saya, jadi sudah seharusnya seperti inilah cara merayakannya.

IMG-20130801-02309

Sebelum berangkat memang ada sedikit penolakan dari keluarga mengingat ini bulan puasa. Tapi toh saya tetap memutuskan untuk berangkat. Bagi saya puasa bukan halangan dan terbukti selama pendakian, meskipun mengalami sedikit dehidrasi, kekuatan fisik saya tidak berkurang tapi justru terasa lebih enteng dari biasanya. Namun, hal yang harus diperhatikan ketika melakukan pendakian dalam keadaan berpuasa adalah manajemen istirahat.

Foto0866

Hal lain yang membuat saya tetap nekat mendaki adalah ketepatan waktu. Bulan puasa membuat suasana Ranu Kumbolo menjadi sepi dari pendaki. Memang ada beberapa pendaki lokal dan non-lokal yang tetap melakukan pendakian, tapi itu tidak seramai seperti hari biasanya. Belum lagi setelah bulan puasa, yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus, tentu banyak pendaki yang berjubel ingin melakukan upacara kemerdekaan di sana.

Foto0855

Benar saja, saat saya sampai di Ranu Kumbolo sekitar jam lima sore, suasana begitu sepi dan tenang. Setidaknya hanya ada tiga tenda pendaki di area danau. Langsung saja saya mendirikan tenda sambil menunggu waktu berbuka yang sebentar lagi tiba. Setelah perjalanan melelahkan dari Ranu Pane sekitar pukul sebelas siang, akhirnya saya bisa melaksanakan buka puasa pertama di Ranu Kumbolo.

31 Juli 2013

IMGP4145

Misi pertama berbuka puasa di Ranu Kumbolo berhasil. Keesokan harinya, tanggal 31 Juli 2013, waktunya menjalankan misi kedua; Mancing! Alat pancing dan umpan cacing sudah saya siapkan dari rumah. Pagi itu matahari bersinar sangat cerah membuat birunya air danau begitu cantik dengan kilatan cahaya matahari. Memancing di Ranu Kumbolo memang terkenal sangat sulit. Beberapa porter yang saya tanyai dalam pendakian-pendakian sebelumnya juga mengamini hal tersebut. Sebagai penyuka kegiatan memancing saya pun merasa penasaran dan ingin mencobanya sendiri.

IMGP4143

Pancing sudah siap, umpan sudah terpasang, siap pasang kuda-kuda untuk melempar umpan sejauh mungkin. Sempurna! Umpan jatuh di kejauhan. Senar sidikit saya gulung agar bisa mudah dikenali kalau-kalau umpan sudah dimakan ikan karena saya memilih untuk tidak menggunakan pelampung. Tik Tok Tik Tok Tik Tok. Waktu seperti berjalan sangat lama. Selama itu pula tidak ada tanda-tanda umpan cukup menarik ikan nila, mujaer, atau tombro penghuni danau. Menjadi pemancing memang harus sabar, apalagi amatiran seperti saya. Bahkan pemancing-pemancing profesional seperti dalam program televisi “Mancing Mania”-pun tidak berhasil menaklukkan satu ikan pun di sini!

IMG-20130731-02227

Atas dasar itu saya tidak patah semangat. Umpan kembali saya tarik, ganti umpan lagi, lempar lagi. Umpan jatuh di kejauhan seperti yang saya harapkan. Tik Tok Tik Tok Tik Tok. Waktu terus berjalan sampai hari menjelang siang. Matahari bersinar semakin terik, bibir dan tenggorokan terasa begitu kering, dan masih belum ada tanda-tanda umpan menarik perhatian ikan. Sampai waktu shalat dhuhur datang, umpan yang saya lempar masih belum bisa menghasilkan apa-apa selain capek dan dahaga.

IMGP4178

Untuk mengusir rasa bosan dan memberi penyegaran pada semangat yang hampir tumpas, saya memutuskan mencoba menaiki tanjakan cinta. Berhasil. Saya bisa mencapai batas dua pohon cemara tampa berhenti dan tanpa menoleh ke belakang. Hal itu saya lakukan bukan untuk mencoba membuktikan mitos tanjakan cinta, tetapi lebih pada mencoba melatih fisik saya. Setelah itu saya menjenguk Oro-Oro Ombo sebentar. Saya merasa tidak memiliki kekuatan lagi untuk turun, jadi saya hanya bisa menikmati hamparan ungu lavender dari atas dan sesekali melirik pada puncak Mahameru yang mengintip malu-malu dari balik bukit.

IMGP4174

Setelah puas menikmati hamparan Oro-Oro Ombo, saya tidak langsung turun tapi lebih memilih beristirahat cukup lama di antara pohon-pohon cemara di atas tanjakan cinta. Dedaunan yang rimbun, angin sepoi, dan pemandangan cantik Ranu Kumbolo dari ketinggian membuat suasana menjadi damai dan tidur adalah pilihan yang tepat. Jadilah saya tidur dengan bersandar beberapa menit di antara dua pohon cemara besar. Setelah cukup lama berada di atas tanjakan cinta, saya memutuskan untuk turun.

“Strike!!!”

IMGP4193

Kata itulah yang ada di pikiran saya ketika saya langsung menghampiri pancingan yang saya pasang dan saya tinggal cukup lama. Namun, itu hanya menjadi angan-angan semata. Umpan tak sedikitpun menarik perhatian ikan. Sambil menggulung senar pancing, mata saya terus menatap hamparan permukaan danau yang berkilauan dan bergelombang diterpa. Sinar matahari semakin menyengat. Semangat saya pun tumpas. Tapi, umpan kembali saya lempar sebelum masuk ke tenda untuk tidur lagi seitar pukul dua belas siang.

IMGP4204

Setelah cukup beristirahat, sekitar pukul dua siang, saya kembali bangun untuk mengumpulkan serpihan-serpihan semangat untuk kembali menghunus kail pancing. Pancingan saya angkat, kembali pasang umpan, dan dengan semangat melemparkannya sejauh mungkin. Umpan jatuh di tempat yang saya inginkan. Tik Tok Tik Tok Tik Tok. Waktu berjalan sangat lamban. Umpan lagi-lagi tak menarik bagi ikan. Di sela-sela memancing saya isi dengan menyusuri pinggir-pinggir danau. Waktu terus berjalan sampai mendekati waktu berbuka. Dan, tetap tanpa hasil. Saya menyerah! Memancing di Ranu Kumbolo memang sulit minta ampun.

IMG-20130731-02294

Sekitar pukul setengah lima sore saya mengakhiri ritual memancing dan segera menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa. Menu kali ini adalah nasi putih, sambal tomat, ikan asin, dan telur dadar. Sebagai takjil, dari rumah saya sudah menyiapkan satu buah apel. Satu buah apel itu kemudian saya belah menjadi empat bagian sesuai jumlah kelompok pendakian kali ini. Untuk minuman, saya memilih teh jahe agar lebih hangat di badan. Sebelum waktu berbuka datang, semua hidangan sudah siap. Alhamdulillah… saya bisa menikmati buka puasa kedua di tepi Ranu Kumbolo.

Malam Hari

IMG-20130731-02299

Setelah selesai berbuka puasa dan istirahat sejenak, jadwal selanjutnya adalah makan-makan snack yang begitu melimpah dan menyalakan api unggun. Logistik telah disiapkan untuk dihajar ramai-ramai. Melihat begitu banyak snack, seperti ada perasaan ingin “balas dendam” yang menari-nari di lambung yang seharian tak terisi di kondisi terik matahari akhir bulan Juli.

IMG-20130801-02384

Sekitar pukul tujuh malam ranting-ranting dan bebatang kayu sudah siap untuk dijadikan api unggun. Bergabung juga kenalan dua pendaki dari Malang (adit – asli Malang dan Mimin – asli Kalimantan) membuat suasana menjadi begitu cair dan hangat. Kami berenam mengelilingi api unggun di tepi Ranu Kumbolo ditemani dingin dan taburan bintang di langit Semeru. Sesekali bintang jatuh membelah langit malam.

IMG-20130731-02301

Dinginnya udara Ranu Kumbolo bisa sedikit dihangatkan api unggun dan cengkerama. Tawa terus saja pecah dengan cerita-cerita, kekonyolan-kekonyolan, dan celetukan-celetukan lucu. Bahkan ketika api unggun tinggal bara yang menyala tak membuat kami beranjak. Dalam kondisi seperti itu udara dingin semakin terasa. Untuk itu kami semakin merapatkan lingkaran mendekat ke bara.

IMG-20130731-02304

Kami mengakhiri acara makan-makan dan merasakan hangatnya api unggun sekitar pukul dua belas malam. Setelah menikmati mie instan dan sedikit cemilan untuk pengganti sahur, saya dan kawan-kawan semua bergegas memasuki tenda untuk segera beristirahat. Tapi sayang, malam ini begitu dingin dari malam sebelumnya hingga sleeping bag tidak banyak membantu. Saya menyambut Agustus dengan tidur yang tidak begitu nyenyak.

1 Agustus 2013

Foto0841

Sekitar pukul setengah enam pagi saya bangun. Pintu tenda yang langsung menghadap ke danau saya buka lebar-lebar untuk menyambut sunrise pertama di bulan Agustus. Mendekati pukul enam pagi, sedikit demi sedikit matahari pagi mengintip malu-malu di balik bukit. Warna emas berpendar di badan bukit dan permukaan danau. Selama itu pula saya tetap menikmati sunrise dari dalam tenda sampai matahari meninggi.

Foto0845

Setelah matahari sedikit meninggi, saya keluar tenda untuk menikmati pagi pertama di bulan Agustus di Ranu Kumbolo. Lalu, apa yang membuat saya terkejut adalah butiran-butiran es yang membekukan rerumputan. Baru kali ini saya melihat es di Ranu Kumbolo jadi wajar kalau semalam udara begitu dingin. Lagi pula ini adalah hari terakhir saya di Ranu Kumbolo jadi saya ingin menikmati hari pertama di bulan Agustus ini dengan baik. Udara yang dingin tapi sedikit hangat oleh sinaran matahari membuat hati ini terasa berat meninggalkan tempat ini. Di atas sana, langit begitu cerah membiru.

IMGP4254

Sekitar pukul delapan pagi saya sudah bersiap untuk memacking barang-barang dan membereskan tenda. Sambil menunggu kawan pendaki lainnya yang juga turun hari ini siap-siap, saya kembali menghunus kail pancingan. Kali ini saya bukan hendak serius memancing, tapi hanya ingin sedikit bersenang-senang untuk menikmati Ranu Kumbolo sebelum turun.

IMG-20130801-02339

Tidak seperti hari-hari kemarin, kali ini saya berhasil strike! Bukan satu, tapi triple strike! Tiga mata pancing dalam satu rangkaian berhasil mengait bibir ikan. Namun, bukan ikan nila, mujaer, atau tombro yang berhasil saya angkat ke daratan, melainkan ikan asin! Sudahlah, setidaknya saya bisa merasakan sensasi strike di Ranu Kumbolo meskipun cuma ikan asin!

IMGP4277

Setelah semua siap, sekitar pukul sepuluh kami mulai turun. Selamat tinggal Ranu Kumbolo. Sampai jumpa di lain hari.

-2013, memang beginilah awal Agustus harus dirayakan-

IMGP4280

IMGP4218

IMGP4191

IMGP4201

IMGP4215

IMGP4234

Foto0809

Foto0820

IMGP4289


About this entry