Fragmen 6: Hujan

1

Tatapan mata Najwa terasa kosong menembus kaca jendela kamarnya yang berembun akibat hujan yang baru saja turun . Suara radio dan tumpukan buku yang sering dijadikannya teman di kala sepi kali ini rasanya tidak cukup membantu mengusir kesendirian yang begitu meneror pikirannya. Tak bergairah. Matanya melirik pada buku-buku yang tertata rapi di atas rak yang menempel di dinding seperti cicak.

“Ah, masa bodo!”

 -di batas kota ini, tanpa tanggal, tanpa bulan, dan tanpa tahun-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s