Foto: La Rinconada (Peru), Pemukiman Tertinggi di Dunia

2

Menurut artikel yang diunggah di situs hypertextbook.com, maksimum atau “batas vertikal” bertahan hidup manusia adalah sekitar 6000 meter. Ketinggian ekstrim disebut “zona kematian” dan biasanya di atas 8000 meter. Ketinggian lebih dari 8000 meter  tidak ramah bagi kelangsungan hidup manusia. Penelitian menunjukkan bahwa manusia tidak bisa hidup secara permanen di atas ketinggian 5500 meter (18.000 kaki) tanpa menderita kemunduran fisiologis yang akhirnya menyebabkan kematian. Hal itu harus diperhatikan pendaki gunung yang akan mencapai batas aman ketinggian tersebut karena bisa dipastikan akan mengalami perubahan fisiologis, termasuk ketahanan tubuh dan berat badan.

Dengan meningkatnya ketinggian, tekanan udara berkurang dan ketersediaan oksigen menurun. Peningkatan kadar oksigen melalui peningkatan jumlah sel darah merah adalah salah satu mekanisme yang paling penting dari adaptasi terhadap ketinggian. Pada Mei 2003, majalah National Geographic melaporkan bahwa La Rinconada, Peru, saat ini adalah tempat tinggal manusia permanen tertinggi di dunia. La Rinconada, sebuah desa pertambangan yang dihuni lebih dari 7.000 orang di Southern Peru berada di ketinggian sekitar 5100 meter, yang sudah ada lebih dari 40 tahun.

Perkampungan ini terletak di di atas gletser beku abadi dan untuk mencapai tempat ini harus melewati jalur berbahaya menggunakan truk. Kekayaan alam di daerah ini adalah pertambangan emas. Akibat aktivitas tambang, di sana terjadi kontaminasi raksa. Meskipun memiliki tambang emas, penduduk masih berada dalam kemiskinan karena hanya menjadi pekerja bagi perusahaan yang telah menguasai tambang tersebut.


About this entry