Friday The 13th

1

Tidak seperti biasanya, Juma’at pagi saya tidak lagi bermalas-malasan di tempat tidur tapi langsung mandi dan siap-siap pergi. Hari ini saya ada janji kerja sama dengan sebuah majalah yang terbit bulanan di kota Surabaya. Secara pribadi saya belum pernah tahu majalah itu, pun lokasi kantornya. Ketika saya searching alamat yang sudah diberikan di google saya baru tahu lokasi tersebut.

Pukul 09.00 WIB ditetapkan untuk pertemuan. Mengingat lokasinya jauh dari tempat tinggal saya (kira-kira 1 jam setengah), jam 07:00 WIB saya bergegas memacu sepeda motor menuju Surabaya. Jam 08:00 WIB saya sudah memasuki kota Surabaya, tapi butuh sekitar setengah jam untuk menemukan lokasi kantornya. Setelah bertanya di sana-sini akhirnya saya sampai ke alamat yang sudah ditetapkan.

Lokasinya memang tidak berada di pusat kota Surabaya, tapi agak ke barat pinggiran kota. Semangat saya yang tadinya bernilai 9 menjadi turun drastis ke nilai 1,5 setelah sampai. Saya melihat bangunan perumahan yang dikelilingi pagar tinggi tertutup rapat. Belum lagi tempat itu tidak ada wajah-wajah kantornya sama sekali. Memang zaman sekarang rumah bisa dijadikan sebagai kantor juga. Tapi saya tidak mau ambil resiko dengan masuk ke “sarang serigala”. Saya merasa tertipu.

Dengan semangat yang hampir tumpas saya memacu sepeda motor menuju tengah kota menuju warung kopi langganan saat masih kos di Surabaya. Setelah memesan es teh manis, saya mengamati nasi bungkus-nasi bungkus yang berjejer tidak rapi; memili lauk sesuai selera. Akhirnya saya memilih nasi bungkus bertuliskan huruf “A” yang menandakan lauk ayam. Karena sudah mulai lapar, bungkusan cokelat itu kubuka dengan penuh semangat (nilai semangatnya mungkin 9,5), tapi ketika bungkusan itu terbuka dan melihat lauknya, semangatku pun turun drastis (nilai semangatnya kini mungkin tinggal 1,2).

Alih-alih melihat daging ayam seperti yang saya harapkan (dan paling penting itu yang ditunjukkan dengan huruf “A” di bungkusnya), saya justru melihat potongan-potongan kerang kecil yang menumpuk di atas nasi. Kalau saja saya penyuka kerang itu tak jadi soal, tapi saya adalah orang yang bisa makan kerang hanya karena benar-benar terpaksa, seperti pada saat itu. Baiklah, hidup memang penuh dengan kejutan dan kesialan adalah menjadi bagiannya.

Selesai makan, minum, dan tak lupa menghisap dua batang rokok sayapun memutuskan pulang. Satu jam lebih saya barusampai di rumah kontrakan dan menyadari kalau mangga di depan kontrakan saya hilang lagi (sebelumnya juga hilang). Fiuh. Ya, baru beberapa menit istirahat saya pun mulai sadar ini hari jum’at tanggal 13. Hari dimana identik dengan kesialan. Benar tidaknya ada hubungannya kesialan saya dengan hari dan tanggal itu tergantung individu masing-masing. Yang jelas hari ini saya sial! hahaha (woles)

Menelisik Sumber Takhayul Jumat Tanggal 13

Hari Jumat yang tepat jatuh pada tanggal 13, seperti hari ini, Jumat (13/9), dianggap sebagian orang sebagai hari sial. Mereka mengidentikkan hari tersebut sebagai hari yang penuh bencana, baik bagi personal maupun global. Semisal, pasar saham yang jatuh, cedera, kecelakaan, bahkan Perang Dunia III.

Takhayul tersebut menciptakan rasa ketakutan tersendiri bagi sebagian orang menghadapi Jumat tanggal 13. “Jika tidak ada yang yang memberitahu atau mengajarkan kita mengenai takhayul negatif mengenai tanggal 13, kita mungkin merasa lebih baik,” kata Stuart Vyse, seorang profesor psikologi di Connecticut College di New London.

Orang yang memercayai takhayul Jumat 13, kemungkinan menderita triskaidekaphobia –ketakutan luar biasa terhadap angka 13– dan sering mengutarakan kepercayaannya tersebut kepada keturunannya. Dalam budaya populer, digambarkan seperti kengerian film horor Friday the 13th, yang kisahnya tetap hidup hingga kini.

Takhayul Jumat 13 awalnya bersumber pada keyakinan agama seputar tamu ke-13, Yudas, pada Perjamuan Terakhir. Pada saat itulah Yesus telah dikhianati dan penyalibannya terjadi pada hari Jumat.

Angka 13 yang dianggap sebagai angka sial ternyata juga menyebar di luar keyakinan non-Kristen. “Ini meluas ke Euro-Amerika dan tertanam ke dalam budaya,” kata Phillips Stevens, seorang profesor antropologi di University of Buffalo di New York.

Yang lebih menarik, menurut Stevens, adalah mengapa orang mengasosiasikan setiap hari Jumat tanggal 13 dengan nasib buruk. Jawabnya, kata dia, ada hubungannya dengan apa yang disebut prinsip-prinsip “pemikiran magis” yang ditemukan pada kebudayaan di seluruh dunia.

Seperti kejadian tamu ke-13 yang hadir dalam Perjamuan Terakhir membawa petaka, sehingga apapun yang berhubungan dengan nomor 13 dikaitkan dengan nasib buruk atau kemalangan.

Thomas Fernsler, seorang ilmuwan asosiasi kebijakan di Mathematics and Science Education Resource Center at the University of Delaware, Newark, mengatakan, angka 13 “menderita” karena posisinya setelah angka 12. Menurutnya 12 merupakan angka sempurna, karena biasa digunakan dalam satuan tertentu seperti 12 bulan, 12 zodiak, 12 dewa Olympus, 12 buruh Hercules, 12 suku Israel, dan 12 rasul Yesus.

Jumat, tak hanya dikenal sebagai hari penyaliban Yesus, para ahli Al Kitab percaya bahwa Hawa menggoda Adam dengan buah terlarang juga di hari Jumat.

Hingga zaman modern seperti sekarang, masih banyak orang yang mempercayai bahwa Jumat 13 merupakan hari sial. Maka tak sedikit dari mereka menolak untuk melakukan aktivitas perdagangan. Dampaknya sangat terasa pada perekonomian yang terasa semakin melambat.

“Diperkirakan bahwa US$800 hingga US$ 9 juta hilang dalam bisnis pada hari tersebut karena orang tidak akan berpergian atau melakukan bisnis mereka seperti biasanya,” kata Donald Dossey, seorang sejarawan cerita rakyat dan pendiri Manajemen Stress Center dan Phobia Institute di Asheville, North Carolina.

Untuk mengantisipasi rasa takut dan cemas terhadap Jumat 13, maka sebagian orang memilih berdiam diri di rumah dan mempertimbangkan untuk bertemu orang lain di luar.
(John Roach )

13 Fakta Tentang Friday The 13th

13,angka,freaky friday

Hari Jumat tanggal 13 pada bulan apa pun dan tahun berapa pun dipercaya sebagai hari sial. Ini adalah takhayul di negara Barat seperti Britania Raya dan Amerika Serikat. Apakah Anda mempercayainya?

1. Di tahun 2012, terdapat tiga kali Jumat tanggal 13 yaitu 13 Januari, 13 April, dan terakhir 13 Juli. Dengan jeda waktu antara tanggal tersebut masing-masing persis 13 minggu. Hal ini belum pernah terjadi sejak tahun 1984.

2. Jika tanggal ini membuat panik, cemas, dan takut, ini artinya Anda menderita apa yang dinamakan paraskavedekatriaphobia atau friggatriskaidekaphobia. Itu merupakan istilah ilmiah bagi perasaan takut pada Jumat tanggal 13. Triskaidekaphobia adalah sebuah bentuk ketakutakan akan tanggal 13.

3. Hingga kini, tidak jelas asal muasal mengapa hari Jumat yang jatuh tepat pada tanggal 13 dikaitkan dengan nasib buruk. Beberapa mengaitkan dengan Al Kitab, di mana tertulis tamu ke 13 yang datang pada Perjamuan Terkahir mengkhianati Yesus. Penyalibannya, pada hari berikut, jatuh pada hari Jumat.

Pendapat lain menyebutkan tanggal 13 diidentikkan dengan suatu kegagalan, kesialan, atau bahkan penderitaan karena datangnya setelah tanggal 12. Di mana pada tanggal tersebut dianggap lebih menyenangkan. Angka 12 juga banyak djadikan bilangan hitungan seperti 12 zodiak, 12 dewa Olympus, 12 buruh Hercules, 12 suku Israel, 12 rasul Yesus.

4.  Apapun alasannya, persepsi sial pada Jumat tanggal 13 telah terbentuk dan menyebar luas di masyarakat. Bahkan hotel dan rumah sakit sering melewatkan lantai atau kamar 13. Bahkan beberapa bandara terkadang menghilangkan gerbang 13.

5. Tahun selanjutnya di mana kita akan mengalami tiga kali Jumat tanggal 13 adalah pada tahun 2015, yang jatuh pada bulan Februari, Maret, dan November.

6. Pada 13 Oktober 1907, pasukan Raja Philip IV dari Perancis menyerbu ribuan rumah tentara Perang Salib, lalu memenjarakan mereka atas tuduhan kegiatan ilegal. Meskipun tuduhan itu tidak terbukti, lebih dari seratus orang disiksa dengan keji.

7. Tahukan Anda,  jika tokoh thriller Alfred Hitchcock lahir pada Jumat tanggal 13. Di mana pada Jumat, 13 Agustus 1999, merayakan ulang tahunnya yang ke-100. Hitchcock juga memproduksi sebuah film berjudul “Number 13” dan berperan sebagai sutradara. Film ini gagal melakukan adegan pertama dan berakhir karena masalah keuangan.

Tokoh besar dunia lainnya, mantan Presiden Kuba Fidel Castro juga lahir pada Jumat tanggal 13. Tepatnya 13 Agustus 1926.

8. Mengapa berbagai tahayul mengenai Jumat tanggal 13 begitu lekat di pikiran kita? Thomas Gilovich, Ketua Departemen Psikologi Cornell University mengungkapkan, otak kita terlalu baik untuk membuat suatu asosiasi.

9. Bagi orang yang tidak percaya agama, angka 13 merupakan angka keberuntungan. Hal ini sesuai dengan jumlah bulan purnama dalam setahun.

10. Konon, mantan Presiden AS Franklin D. Roosevelt menghindari melakukan perjalanan pada tanggal 13 dalam bulan apa pun. Ia juga tidak pernah mau menjadi tamu yang ke-13 dalam sebuah jamuan makan. Napoleon Bonaparte dan mantan Presiden Herbert Hoover kabarnya juga mengalami triskaidekaphobic, yakni ketakutan berlebih pada angka 13.

11. Penulis ternama AS, Mark Twain, pernah menjadi tamu ke-13 dalam sebuah jamuan makan malam. Seorang teman memperingatkannya untuk tidak pergi. “Itu adalah nasib buruk. Mereka hanya memiliki menu untuk 12 orang,” kata Twain kemudian pada temannya.

12. Broker saham dan penulis Thomas W. Lawson pada tahun 1907, dalam novelnya yang berjudul Friday the Thirteenth, mencatat para pialang saham untuk mengambil saham Wall Street pada hari tersial dalam bulan tertentu.

13. Menurut Stress Management Center and Phobia Institute, Nasheville, AS, ternyata ketakutan akan hari Jumat tanggal 13 dijadikan sebuah bisnis serius. Berbagai bisnis ditawarkan mulai dari terapi yang membantu mengatasi ketakutan mereka terhadap freaky friday.
(Umi Rasmi. Sumber: Live Science)

Courtesy: nationalgeographic.co.id


About this entry