Mbolang: 17 Danau Terindah di Indonesia (2)

10. Danau Panai

Danau Paniai merupakan salah satu danau yang patut untuk dikunjungi di Provinsi Papua. Pemandangan yang cantik khas pulau ujung timur Indonesia siap menghipnotis Anda. Objek wisata ini berada di wilayah Kecamatan Paniai timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua. Air danau yang biru berkolaborasi dengan sinar matahari menjadi pemandangan mata yang jarang kita temukan di kota-kota besar sekaligus memanjakan mata.

Danau Paniai memiliki luas sekitar 14.500 hektar, hal tersebut bisa memberikan ruang bagi wisatawan untuk memilih lokasi yang sesuai dengan keinginan ketika berekreasi ke danau ini. Berada pada ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut sudah tentu membuat kawasan ini terasa sejuk. Tidak hanya pemandangan dan kesejukan saja yang menjadi daya tarik objek wisata ini, kekayaan bawah air juga menjadi andalan Danau Paniai. Aneka jenis ikan air tawar serta udang menghiasi danau ini.

Untuk bisa sampai Danau Paniai, Anda dapat memulai perjalanan dari Kota Enarotali, Ibu Kota Kabupaten Paniai. Dari Kota Enarotali, tersedia dua jalur menuju kawasan Danau Paniai. Pertama, menggunakan jalur darat dengan menyewa bus jenis Mitsubishi Strada yang dapat diandalkan untuk melintasi medan jalan yang terjal dan berkelok-kelok. Kedua, mengambil jalur udara dengan menumpang pesawat AMA dan AMAF jenis Cessna yang bisa mendarat di wilayah dataran tinggi dengan karakteristik landasan dari tanah.

Selain menikmati keeksotisan Danau Paniai dari pinggir danau, Anda dapat mencoba suasana lain, seperti memancing atau menyewa perahu kepada penduduk sekitar untuk mengelilingi danau yang luas itu. Selain menikmati biru danau dan gemericik air yang dibelah laju perahu, Anda dapat juga menggunakan momen tersebut untuk mengabadikan kawasan danau dari berbagai sisi.

11. Danau Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo adalah sebuah danau gunung di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Letaknya di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru. Luasnya 15 hektar. Ranu Kumbolo adalah bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Sebuah danau menyuguhkan eksotisme di tengah pendakian menuju Mahameru, puncak Gunung Semeru, Jatim. Kecantikannya menghapus segala lelah di perjalananjauh ini. Ranu Kumbolo ada sebuah danau di Gunung Semeru dan berada di ketinggian 2.400 mdpl. Pemandangan danau paling indah adalah ketika matahari terbit yang terlihat di celah bukit.

Ketika malam tiba, Ranu Kumbolo akan menghadirkan langit dengan taburan bintang. Begit menengok ke langit, tampaklah lautan bintang yang menakjubkan. Biasanya, Ranu Kumbolo biasa digunakan sebagai kamp bagi pendaki Gunung Semeru. Inilah danau yang menyuguhkan pesona di tengah rute perjalanan pendaki, menuju puncak abadi para dewa “Mahameru”. Kehadirannya mengobati segala jerih payah pendaki setelah cukup jauh berjalan.

12. Danau Rawa Pening

Rawa Pening (“pening” berasal dari “bening”) adalah danau sekaligus tempat wisata air di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan luas 2.670hektare ia menempati wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Rawa Pening terletak di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran.

Danau ini mengalami pendangkalan yang pesat. Pernah menjadi tempat mencari ikan, kini hampir seluruh permukaan rawa ini tertutup eceng gondok. Gulma ini juga sudah menutupi Sungai Tuntang, terutama di bagian hulu. Usaha mengatasi spesies invasif ini dilakukan dengan melakukan pembersihan serta pelatihan pemanfaatan eceng gondok dalam kerajinan, namun tekanan populasi tumbuhan ini sangat tinggi.

Menurut legenda, Rawa Pening terbentuk dari muntahan air yang mengalir dari bekas cabutan lidi yang dilakukan oleh Baru Klinthing. Cerita Baru Klinthing yang berubah menjadi anak kecil yang penuh luka dan berbau amis sehingga tidak diterima masyarakat dan akhirnya ditolong janda tua ini sudah berlalu.

Rawa ini digemari sebagai obyek wisata pemancingan dan sarana olahraga air. Namun akhir-akhir ini, perahu nelayan bergerak pun sulit.

13. Danau Bratan

Danau Bratan adalah sebuah danau yang terletak di kawasan Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Danau yang terletak paling timur di antara dua danau lainnya yaitu Danau Tamblingan dan Danau Buyan, yang merupakan gugusan danau kembar di dalam sebuah kaldera besar, Danau Bratan terbilang cukup istimewa.

Berada di jalur jalan provinsi yang menghubungkan Denpasar-Singaraja serta letaknya yang dekat dengan Kebun Raya Eka Karya menjadikan tempat ini menjadi salah satu andalan wisata pulau Bali. Disamping mudah dijangkau Danau Bratan juga menyediakan beragam pesona dan akomodasi yang memadai.

Di tengah danau terdapat sebuah pura yaitu Pura Ulun Danu, yang merupakan tempat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danu sebagai pemberi kesuburan.

14. Danau Laut Tawar

Danau Laut Tawar adalah sebuah danau dan kawasan wisata yang terletak di Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah, Nanggröe Aceh Darussalam. Disisi barat danau ini terdapat sebuah kota kabupaten yaitu kota TAKENGON, yang juga merupakan ibu kota Kabupaten Aceh Tengah. Suku Gayo menyebut danau ini dengan sebutan Danau Lut Tawar. Luasnya kira-kira 5.472 hektar dengan panjang 17 km dan lebar 3,219 km. Volume airnya kira-kira 2.537.483.884 m³ (2,5 triliun liter).

Ada 25 aliran krueng yang bermuara ke Danau Laut Tawar dengan total debit air kira-kira 10.043 liter per detik. Rerata kedalaman danau: 35 meter dari pinggir danau: 8,9 meter. 100 meter dari pinggir danau: 19,27 meter. 620 meter dari pinggir danau: 51,13 meter. Rerata suhu air danau diukur berdasarkan kedalaman: 1 meter: 21,55 °C. 5 meter: 21,37 °C. 10 meter: 21,15 °C. 20 meter: 20,70 °C. 50 meter: 19,35 °C.

Kecerahan tertinggi 2,92 meter (di tengah danau), sedangkan yang terendah 1,29 meter (Kp. Kuala II). Semakin tinggi kecerahan, maka semakin jernih air. Tingkat keasaman (pH) rata-rata 8,35. DO, dissolved oxygen atau oksigen terlarut rata-rata 5,94 ppm. BOD, biological oxygen demand atau kebutuhan oksigen oleh bakteri dan mikroba untuk menetralisir bahan organik kira-kira 0,8 ppm. COD, chemical oxygen demand atau kebutuhan oksigen oleh bakteri dan mikroba untuk menetralisir bahan kimia sangat kecil sehingga tidak terdeteksi.

Ditemukan 46 jenis plankton yang terbagi atas 11 kelas di Danau Laut Tawar, dengan rincian kelas Chlorophyceae sebesar 35%,Bacillariophyceae 24%, Myxophyceae 9%, dan kelas lain sebesar 32%. Hydrilla sp., eceng gondok, dan kiambang juga dapat ditemukan hidup di pinggiran danau.

Ditemukan 3 jenis moluska, 1 jenis annelida, 37 jenis ikan, dan 49 jenis serangga yang hidup di kawasan Danau Laut Tawar. Untuk hewan yang hidup di sekitar danau, ditemukan 20 spesiesmamalia yang terbagi atas 13 famili, beberapa diantaranya termasuk hewan yang dilindungi, antara lain binturung, pukas, trenggiling, landak, kancil, napu, owa, siamang, tanado, harimau, kucing hutan, rusa, dan kijang.

15.  Danau Batur

Objek wisata Danau Batur ini terletak di Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Kawasan wisata ini menawarkan keindahan Gunung Batur dengan danaunya yang sangat menawan, dan untuk mencapai kawasan ini dapat ditempuh 2 jam dengan berkendara dari Kota Denpasar.
Dari sejarahnya yang dikutif dari id.wikipedia.org menyebutkan bahwa tempat ini memiliki satu pura yang disebut Pura Batur, tempat berstananya Dewi Danu yang menurut kepercayaan Hindu adalah Dewi Kesuburan. Pura ini sudah ada sejak zaman Empu Kuturan pada abad ke-10 sampai pada permulaan abad ke-11. Dimana disebutkan juga bahwa Pura Batur ini adalah merupakan tempat penyiwi bagi raja-raja yang berkuasa di Bali. Maka disana terdapat banyak pelinggih-pelinggih yang menjadikan Pura Batur sebagai Pura Kahyangan Jagad.
Di daerah ini terdapat sebuah desa tua (kuno) yang merupakan desa tradisional Bali asli yang bernama Desa Trunyan. Tidak seperti desa kebanyakan di Bali, di desa ini jika ada orang yang meninggal, maka mayat orang tersebut bukan di kubur melainkan di taruh di atas sebuah batu yang memiliki 7 cekungan dan hanya dipagari oleh bambu anyam. Anehnya walau mayat tersebut ditaruh begitu saja tanpa proses pembalsaman, tetap saja mayat tersebut tidak mengeluarkan bau. Rahasianya karena di daerah tersebut terdapat Taru Menyan (Pohon Menyan) yang mana bau yang dikeluarkan oleh pohon tersebut mampu mengalahkan bau dari jasad disana.

16. Danau Matano

Danau Matano adalah sebuah danau di Sulawesi Selatan, tepatnya berada di ujung selatan pulau Sulawesi di kota Sorowako, Kabupaten Luwu Timur. Danau ini memiliki kedalaman sejauh 600 meter (1.969 kaki), 382 meter di antaranya di atas permukaan laut. Menurut WWF, danau ini adalah danau terdalam di Asia Tenggara serta terdalam kedelapan di dunia.

Danau Matano bukan merupakan pembentukan dari beberapa anak sungai, tetapi terbentuk dari ribuan mata air sehingga tidak akan pernah mengalami kekeringan. Airnya sangat jernih.

Sebagai sumber daya alam yang sangat potensial maka perusahaan tambang nikel terbesar kedua dunia, PT.INCO memanfaatkan buangan air dari Danau Matano sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk pemanfaatan di pabrik, dan juga untuk penggunaan oleh masyarakat. Danau matano ini,banyak dijadikan sebagai wisata saat berlibur, sebagai tempat berkumpulnya keluarga,acara kelas, reunian, dan lai-lain. danau matano juga dijadikan jalan untuk menyebrang antara sorowako, dan nuha.

17. Danau Singkarak

Danau Singkarak adalah sebuah danau yang membentang di dua kabupaten di provinsi Sumatera Barat, Indonesia, yaitu kabupaten Solok dankabupaten Tanah Datar.

Danau ini memiliki luas 107,8 km² dan merupakan danau terluas ke-2 di pulau Sumatera. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin. Namun sebahagian air danau ini dialirkan melalui terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak[1] di dekat Lubuk Alung, kabupaten Padang Pariaman.

Danau Singkarak berada pada letak geografis koordinat 0, 36 derajat Lintang Selatan (LS) dan 100,3 Bujur Timur (BT) dengan ketinggian 363,5 meter diatas permukaan laut (mdpl). Luas permukaan air Danau Singkarak mencapai 11.200 hektar dengan panjang maksimum 20 kilometer dan lebar 6,5 kilometer dan kedalaman 268 meter. Danau ini memiliki daerah aliran air sepanjang 1.076 kilometer dengan curah hujan 82 hingga 252 melimeter per bulan.

Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan spesies ikan yang diperkirakan hanya hidup di danau ini[2], dan menjadi salah satu makanan khas. Penelitian para ahli mengungkapkan 19 spesies ikan perairan air tawar hidup di habitat Danau Singkarak, Kabupaten Solok dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), dengan ketersediaan bahan makanannya yang terbatas.

Dari 19 spesies itu, tiga spesies di antaranya memiliki populasi kepadatan tinggi, yakni ikan Bilih/Biko (Mystacoleusus padangensis Blkr), Asang/Nilem (Osteochilus brachmoides) dan Rinuak. Spesies ikan lainnya yang hidup di Danau Singkarak adalah, Turiak/turiq (Cyclocheilichthys de Zwani), Lelan/Nillem (Osteochilis vittatus), Sasau/Barau (Hampala mocrolepidota) dan Gariang/Tor (Tor tambroides).

Kemudian, spesies ikan Kapiek (Puntius shwanefeldi) dan Balinka/Belingkah (Puntius Belinka), Baung (Macrones planiceps), Kalang (Clarias batrachus), Jabuih/Buntal (Tetradon mappa), Kalai/Gurami (Osphronemus gurami lac) dan Puyu/Betok (Anabas testudeneus).

Selanjutnya, spesies ikan Sapek/Sepat (Trichogaster trichopterus), Tilan (mastacembelus unicolor), Jumpo/Gabus (Chana striatus), Kiuang/Gabus (Chana pleurothalmus) dan Mujaie/Mujair (Tilapia pleurothalmus).

Dengan hanya ada 19 spesies ikan yang hidup di Danau Singkarak menunjukkan keanekaragaman ikan di tempat itu tidak telalu tinggi. Kondisi mesogotrofik Danau Singkarak yang menyebabkan daya dukung habitat ini untuk perkembangan dan pertumbuhan organisme air seperti plankton dan betos, sangat terbatas.Dari beberapa kali penelitian menunjukan populasi plankton dan betos di Danau Singkarak sangat rendah.Padahal komunitas plankton (fitoplankton dan zooplankton) merupakan basis dari terbentuknya suatu mata rantai makanan dan memegang peranan sangat penting dalam suatu ekosistem danau.Kondisi tersebut, menyebabkan sumber nutrisi utama ikan secara alamiah umumnya adalah berbagai jenis plankton dan bentos.

(Dari Berbagai Sumber)

Kembali ke… Mbolang: 17 Danau Terindah di Indonesia (1)


About this entry