Tentang Bunga dan Kota

mari sini, manisku
aku ingin berbicara denganmu
masih tentang bunga dan kota
tapi bukan kelopak dan lanskap yang sama

sore itu
saat aku berjalan di trotoar sebuah kota
hujan tiba-tiba turun dengan derasnya
aku pun berteduh di sebuah kios bunga

kulihat kuntum-kuntum mawar
berselimut mendung
tapi tak mampu mengusir kecantikannya
mawar tetaplah mawar
betapapun musim memperkosanya

sementara di tembok
tergantung karangan bunga
warna putih
mungkin untuk pemakaman
entah untuk jasad siapa
tapi, ia tetap anggun di sana
seperti seorang gadis lugu
dalam balutan gaun

kelopak bunga dan hujan di kota ini
mengingatkan aku padamu, manisku

pernahkah aku memberimu bunga
sambil berdiri di bawa gerimis
untuk menyatakan cinta?
aku harus katakan tidak

karena itu
dari kota ini
ingin kukirim padamu
sekuntum bunga mawar
berselimut mendung

atau
kukurim saja
karangan bunga
warna putih?

(di sudut gerimis, 16-17 Desember 2013)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s