Hanya Sepotong Sore

Foto1108

Sepotong sore, dengan mega senja, selalu menyambutku dalam memulai aktivitas di lantai 10 gedung ini. Setiap hari, wajah itu seperti mengintip malu-malu di balik jendela, di antara sela-sela tirai. Kadang saya hanya menatapnya sebentar, lalu kembali menyibukkan diri berhadapan dengan layar komputer.

Tetapi, pada suatu sore, ada keinginan untuk menyambutnya di atas gedung lantai 11. Jadi, di sela-sela jam kerja saya mencuri sedikit waktu untuk naik ke lantai 11. Setelah berusaha mencari, akhirnya kutemukan pintu keluar. Sebagai tempat kendali segala jenis mesin, lantai 11 cenderung berisik. Namun, aku terus mencari tempat yang pas untuk melihat sore lebih dekat.

Saat itu, sore yang begitu menggetarkan kukira. Dengan menatap senja di ujung sana, dan hamparan perumahan derta gedung-gedung tinggi terhampar di bawah sana, ada perasaan yang dalam. Saat itu suara azan maghrib berkumandang saling bersahutan-sahutan antara satu masjid dan masjid yang lainnya. Suara-suara itu menimbulkan getaran dalam diri. Entah harus kuterjemahkan sebagai apa. Yang pasti, di sepotong sore itu aku menyambutnya dengan ketakjuban.

Jakarta, 7 Januari 2014 


About this entry