kiblatku adalah

February 13, 2014 § Leave a comment

I

kiblatku adalah debur di dadamu
di kala laut tampak murung
dan ombak-ombank hanya tercenung
menanti nelayan tua bersauh
tanpa sekeranjang ikan
kecuali ingatan
yang dengan susah payah ia pilah
di antara tawar dan asinnya
air samudra

II

kiblatku adalah oase di binar matamu
di saat bayang fatamorgana
hanya bisa menawarkan gelisah
pada peziarah renta yang alpa pada arah
tak ada zam-zam pembasah dahaga
hanya untaian doa
yang coba ia telan mentah-mentah
siapa tahu ada manis
yang masih tersisa

III

kiblatku adalah muara di senyummu
saat hilir dan hulu menjelma jalan-jalan himpit
penuh genangan asa lalu
dan riuh jeritan yang berserakan
seperti akar-akar menyembul di tebing lesap
mimpi-mimpi menjulur-julur
seperti selendang malaikat
dan aku adalah ikan
yang berenang seok
terombang-ambing
mencarimu

IV

pelukmu adalah kiblatku
tempat paling yaman
untuk kembali

(Jakarta, 7-13 Februari 2014)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading kiblatku adalah at .

meta

%d bloggers like this: