Selatan Jakarta, 02:04

mereka terus berbincang tentang malam
yang mengemasi puing-puing terang
dari beranda rumah
di simpang jalan

ada alamat pulang
dan kotak surat yang menunggu
di bawah pohon oak

hanya desir angin yang menjenguknya
kala senja lindap
dan dedaun gugur
di setiap musim
yang berganti

 

ia sendiri
tanpa sebaris kata
atau sebait pesan

mereka masih membicarakan malam
yang menderap pelan
memanggul bintang-bintang
dan menatanya menjadi rasi
atau bentuk narasi

kini
mereka masih akan membicarakan malam
yang membuat mereka merasa renta
dan menjadi sedikit pelupa
lalu kelak
mereka akan dibicarakan anak dan cucu
pada malam-malam
yang telah mereka perbincangkan

Selatan Jakarta, 24 Mei 2014

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s