Resonansi Hujan

rainy-day

Jakarta yang basah. Lampu-lampu jalan berpendar keluh.
angin sesekali berlenggak-lenggok centil; mengajak dedaunan menari.
padahal, malam sudah jauh turun. Meringkuk di pelukan detak waktu yang pergi.
angin dini hari terasa melankoli memang.
harus kuterjemahkan seperti apa gerimis kali ini?

Lalu, kelebat tanya. Gerimis kali ini, hanya rintik
dengan resonansi yang tak terartikan.

Jakarta, 30 Oktober 2014.

(foto: weshareoppars)


About this entry