Resonansi Hujan

October 29, 2014 § 2 Comments

 

Jakarta yang basah
lampu-lampu jalan berpendar keluh
angin sesekali berlenggak-lenggok centil;
mengajak dedaunan menari

padahal, malam sudah jauh turun
meringkuk di pelukan detak waktu
yang pergi

angin dini hari terasa melankoli memang
harus kuterjemahkan seperti apa
gerimis kali ini?

 

Lalu, kelebat tanya
Gerimis kali ini, hanya rintik
dengan resonansi
yang tak terartikan.

 

Jakarta, 30 Oktober 2014

Advertisements

§ 2 Responses to Resonansi Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Resonansi Hujan at .

meta

%d bloggers like this: