Hanya Secarik Surat Pendek (4)

December 29, 2014 § Leave a comment

Untuk yang Berbicara tentang Jakarta

Mereka pernah bersepakat; membicarakan Jakarta adalah membicarakan kesunyian. Ia adalah sebuah kota yang memang menawarkan keriuhan, kerlap-kerlip lampu taman dan gedung-gedung tinggi, serta iming-iming kemewahan yang bisa membuat satu orang dengan orang lain serupa monster yang saling membunuh. Tetapi, mereka tetap bersepakat, Jakarta adalah kota paling sunyi yang pernah mereka bayangkan.

Tapi, kalau boleh saya ikut bicara, sepertinya kalian perlu mengenal Jakarta dan orang-orangnya. Maka, kalian akan punya penilaian lain lagi. Begitulah yang kurasakan sekarang. Jakarta, bagiku kini, adalah kota dengan segala impiannya.

Di antara monster-monster, masih bisa kalian temui bidadari yang menyembunyikan sayapnya. Ia akan merentangkannya bila sedang berbahagia. Jadi, bila kalian ingin melihat makhluk-makhluk surga yang mempesona di kota ini, tunjuk satu perempuan dan bahagiakanlah dia. Bisa dipastikan, dia adalah bidadari yang ingin melihat bumi, dan menemukan mimpinya.

Jakarta, 29 Desember 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Hanya Secarik Surat Pendek (4) at .

meta

%d bloggers like this: