Perempuan Buta dan Kupu-Kupu

5555

siang itu
di bawah terik matahari tengah hari
musim baru saja berganti
sulur-sulur cahayanya seperti bening tipis yang terang
ada beribu-ribu kupu-kupu yang terbang
mengitar-kitar ladang yang tampak mulai menghijau

konon, di waktu yang lain
di ladang yang dikultuskan itu
seorang perempuan buta hendak dirajam, dihukum mati
setiap orang menenteng senjata
perempuan buta yang hina, teriak mereka
konon ia mengandung tanpa suami

maka, setiap moncong mengeluarkan peluru
beribu-ribu peluru berhamburan dan berdesing di siang itu
berkilat-kilat dibelai sinar matahari
tapi, apa yang terjadi
ribuan peluru itu pecah, berhamburan, berkilat-kilat
cahayanya seterang matahari
lalu setiap peluru yang pecah berubah wujud
menjadi kupu-kupu
beribu-ribu kupu-kupu

ribuan kupu-kupu itu mengelilingi perempuan buta
yang terikat di tengah ladang tandus itu
orang-orang kebingungan
tangan mereka mendadak keluh
senjata-senjata mereka pun jatuh bergelimpangan

lama-lama, tumbuh sayap di punggung perempuan buta yang hamil itu
perlahan ikatannya terlepas
sayapnya terkepak
dia terbang ke langit
bersama beribu-ribu kupu-kupu

Jakarta, 2 April 2015

*Berdasar cerpen Agus Noor
*Ilustrasi foto: Ali Jardine/Caters News Agency


About this entry