Sedingin Kabut

April 20, 2015 § Leave a comment

dirimu, kekasihku
dingin serupa kabut
yang tak bisa kupeluk
aku harus melewati jalan terjal berbatu
lalu setapak demi setapak mendaki
untuk merasakan kehadiranmu
di puncak segala harap

aku hanya bisa melihatmu
bertiup ke dasar-dasar lembah
ke sela-sela rimbun pepohonan
dan ke pucuk-pucuk tak teraih
lalu lindap tak ada

aku pun ingin menjadi kabut
menjadi dingin
menjadi aku

 

Papandayan, 19 April 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sedingin Kabut at .

meta

%d bloggers like this: