Desa-Desa Terpencil yang Menakjubkan: Tempat Terindah untuk Hidup

1361AA3F000005DC-3050646-image-a-26_1429786289013

Di belahan bumi tertentu, terdapat banyak keajaiban alam yang tercipta lewat proses alami –ada juga yang buatan manusia. Salah satunya adalah desa yang terletak di sebuah tempat yang menakjubkan. Bahkan, keberadaan beberapa desa itu dianggap ajaib!

Terletak di beberapa sudut paling indah di dunia, warga desa terpencil telah beradaptasi dan bisa dibilang sudah menyatu dengan alam. Ada rumah yang dibuat di dalam batu di Phugtal, ada desa yang mengambang di Peru, ada desa yang terletak di kawah gunung berapi, dan ada juga rumah di tebing yang terbuat dari tanah liat.

Permukiman-permukiman itu terpencil dan sering terputus dari daerah sekitarnya. Tetapi, masing-masing telah menjadi surga kecil yang memiliki aturan dan memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bergantung kepada daerah lain.

Aogashima, Laut Filipina, Jepang

Mungkin ini adalah tempat terindah terakhir yang ingin Anda temukan. Di sini, sebuah komunitas kecil hidup di dalam pulau vulkanis tropis di Laut Filipina.

Pulau Aogashima awalnya adalah gunung berapi kelas C yang meletus pada tahun 1780-an. Itu adalah kejadian fatal yang mengakibatkan setengah dari total populasi di pulau tersebut meninggal dunia. Lebih dari 50 tahun kemudian, penduduk yang melarikan diri dari pulau tersebut kembali. Kini, ada 200 desa yang dibangun di sana.

Aogashima terletak di Jepang dan masih masuk dalam kota administrasi Tokyo. Jaraknya 358 kilometer di selatan Tokyo dan 64 kilometer di selatan Hachijō-jima.

Monemvasia, Yunani

Hidden behind a rock! This tiny settlement is concealed from the Greek coastline behind a giant rock on the island 

Monemvasia adalah permukiman kecil tersembunyi di balik wajah batu besar di Laconia, Yunani. Pulau ini dipisahkan dari daratan di 375 AD oleh gempa bumi. Tetapi, kini telah dibuat jalan kecil untuk memudahkan akses ke daratan.

Penduduk di Monemvasia memang seperti terpencil dari sosialisasi dunia, tetapi apakah mereka menyesal? Tentu saja tidak. Sebab, mereka telah berada di surga dengan pemandangan Teluk Palaia Monemvasia yang mempesona.

Phugtal Monastery, India

Giant honeycomb! The Phugtal Monastery in India is hidden on a cliff on the entrance to a cave in the Zanskar region

Desa tebing tersembunyi Phuktal atau Phugtal Monastery adalah salah satu biara yang paling terisolasi di India utara. Dibangun dari lumpur dan kayu, permukiman itu terletak di pintu masuk ke gua di tebing di kawasan Zanskar selatan-timur di Distrik Ladakh.

Desa seperti sarang lebah raksasa itu didirikan pada awal abad ke-12. Namun, wilayah itu tetap menjadi harta karun peradaban sebelum tahun 1800-an ketika Alexander Cosmo de Koros mengunjunginya dan tinggal di sana selama setahun.

Isortoq, Greenland, Denmark

The remote east Greenland village of Isortoq includes a supermarket, the large red building (pictured front)

Sebanyak 64 orang tinggal di wilayah Greenland, yakni Desa Isortoq. Desa itu terletak di tengah-tengah gurun salju dan es. Penduduk Inuit bertahan hidup di sana hanya dengan mengonsumsi daging. Hal itu dikarenakan tidak ada tumbuhan yang bisa ditanam di daerah ekstrem tersebut.

Saat ini, di kota otonomi Denmark tersebut, penduduk Isortoq memiliki sebuah supermarket merah yang menawarkan berbagai produk lainnya. Bahkan ada saus tomat dan mayones yang tersedia untuk makan bersama anjing laut.

Gásadalur Village, Denmark

Long way to the corner shop! Only 16 people live in this tiny village nestled high on the cliffs near the coast of the Faroe Islands

Desa terpencil Gásadalur terletak di sisi barat Vagar di Kepulauan Faroe. Hanya ada 16 penduduk yang tinggal di pemukiman yang damai tersebut. Desa itu memiliki pemandangan yang menakjubkan berupa tebing yang menghadap jauh ke Atlantik Utara Gulf Stream.

Sebuah terowongan dibangun menembus pegunungan pada tahun 2004. Tapi, sebelum jalan tembus itu dibangun, siapa saja yang ingin jalan-jalan ke desa itu harus melalui jalan yang sangat berat. Setiap orang harus naik kuda dengan menaiki gunung-gunung setinggi 400 meter.

Huacachina, Peru

Nestled in one of the driest locations on earth, is Huacachina; a town complete with trees, hotels, shops and even an oasis library - tranquil!

Di tengah-tengah salah satu iklim terkering di dunia, sebuah kota serupa oasis dengan pohon-pohon kelapa yang rimbun, daun berkembang, dan laguna yang tenang. Pemandangan itu sangat kuratif.

Huacachina disebut sebagai kota magis. Tempat ini bisa ditemui di padang tandus di Peru. Pengunjung dapat mengunjungi permukiman nyata dengan populasi 96 warga yang bertahan hidup dengan mengandalkan sumber daya alam terbesar mereka: yakni pasir.

The Cliff of Bandiagara, Mali

The incredible Cliff of Bandiagara in Mali is an impressive series of clay structures, which are home to the Dogon people

Ini terlihat seperti sebuah model yang dibuat di tanah liat. Tetapi, ini adalah desa nyata di Afrika Barat, tepatnya di Mali. Desa unik tersebut adalah rumah bagi orang-orang Dogon.

The Cliff of Bandiagara adalah zona Tablelands, ngarai dan dataran yang telah dibangun dari tanah liat berwarna merah. Rangkaian ruang berbahan tanah liat tersebut sangat menarik. Terdiri atas rumah, lumbung, altar, tempat-tempat suci, dan atau tempat pertemuan umum. Tempat sempurna untuk dikunjungi.

Undredal, Norwegia

Fairytale village! Undredal is hidden in a narrow valleyin the Aurlandsfjord in Norway, and looks like something out of Disney movie

Desa kecil Undredal adalah rumah bagi sekitar 100 orang dan 500 ekor kambing. Desa ini merupakan tujuan wisata populer di sepanjang Aurlandsfjorden. Undredal terkenal dengan keju kambing coklat dan menghasilkan sosis kambing.

Sebelum tahun 1988, Undredal hanya dapat diakses dengan perahu. Tapi, sekarang koneksi jalan telah dibuat dengan membangun dua terowongan sebagai bagian dari rute Eropa E16.

Furore, Italia

A village in a Fjord! Furore in Italy is a brightly coloured settlement tucked away in the mouth of the fjord 

Terselip di Fjord, ada sebuah desa Italia kuno, lengkap dengan rumah-rumah berwarna cerah yang dihiasi dengan mural. Furore dapat ditemukan di wilayah Campania selatan-barat Italia. Namun, lokasinya sangat tersembunyi sehingga jarang bisa dikunjungi wisatawan.

Setelah Furore dijuluki “the village that doesn’t exist” atau “desa yang tidak ada”, wali kota memutuskan sudah waktunya untuk bertindak dan berusaha menempatkan komune sangat kecil di peta. Dia memerintahkan bangunan kecil harus dicat warna-warna cerah sehingga desa yang indah bisa dilihat dari jalan pantai.

Sapa, Vietnam

Green haven! Sapa is one of the most beautiful places in earth, and is home to villagers who farm the rice fields and sell trinkets to visitors 

Hamparan sawah hijau cerah mengikuti garis perbukitan di wilayah Sapa, Vietnam Utara, sangat memukau. Suku Hill menghiasi pegunungan dengan warna dan membuka rumah mereka untuk wisatawan yang berbondong-bondong ingin mengambil pemandangan itu dalam kamera mereka.

Pengunjung dapat perjalanan melalui bukit-bukit dan membeli pernak-pernik warna-warni dari orang setempat. Mereka pun tidak segan membantu wistawan di jalan-jalan.

Coober Pedy, Australia

Giant mole hills? An entire population of over a thousand residents live underground in dugouts at Coober Pedy in northern South Australia

Dari pandangan pertama, Anda akan berpikir bahwa Coober Pedy di bagian utara Australia Selatan ini adalah serangkaian bukit mol raksasa. Hal ini, pada kenyataannya, adalah sebuah kota tersembunyi di bawah tanah di tanah galian yang dibangun untuk menahan panas yang menyengat pada siang hari.

Miners who live in the area to collect opals, stay in dugouts underground

Menurut sensus tahun 2011, populasi warga Coober Pedy adalah 1.695 (953 laki-laki, 742 perempuan). Mereka tinggal di daerah tersebut untuk menambang opal berharga yang terpendam di sana.

Rougon, Prancis

Gorge-ous views! Tiny hilltop village, Rougon, boasts panoramic views of the surrounding Verdon Gorge in the south of France 

Setelah berkelok-kelok jalan, Anda akan melalui pegunungan yang indah di Alpes-de-Haute-Provence di Prancis. Anda akan terkesan dengan sebuah desa yang damai yang diberi nama Rougon. Terletak di bawah tonjolan batu besar, desa Rougon tersembunyi sempurna dengan pemandangan ngarai Verdon.

Pengunjung dapat menjelajahi kapel Saint Christophe, gereja Huguenote, sisa-sisa benteng feodal, dan menikmati acara khas setempat setiap hari Minggu terakhir pada bulan Juni. Jika Anda merasa petualang, Anda dapat berkemah di desa itu sepanjang tahun.

Supai, Arizona

The Havasupai tribe are the smallest Indian nation in America, with just over 600 village inhabitants. It is so remote that mail is delivered by mule

Jutaan petualang menyaksikan pemandangan spektakuler Grand Canyon setiap tahun. Tetapi, hanya sedikit yang tahu bahwa lanskap Arizona ini adalah rumah bagi suku rahasia, tersembunyi di kedalamannya. Lebih dari 600 orang merupakan bagian dari suku Havasupai. Mereka adalah bangsa Indian terkecil di Amerika.

Pengunjung dapat mencapai suku misterius itu dengan berjalan kaki atau dengan helikopter atau keledai. Setelah itu, Anda akan merasakan pengalaman hidup di desa Supai yang memiliki sebuah kafe, toko-toko umum, lodge, kantor pos, sekolah, LDS kapel, dan sebuah gereja Kristen yang kecil.

Tristan da Cunha, Saint Helena, Samudra Atlantik

The most remote location in the world: Tristan da Cunha is situated over a thousand miles from the nearest land and has 300 residents 

Penghargaan sebagai daerah paling terpencil pantas disematkan kepada Tristan da Cunha. Pulau ini terletak di hamparan luasnya Samudra Atlantik. Tristan da Cunha bisa ditempuh selama enam hari menggunakan perahu dari Afrika Selatan, atau wilayah ini menjadi pemandangan epik yang bisa dijumpai dengan kapal pesiar melalui Samudera Atlantik Selatan.

Tristan da Cunha dihuni terletak 1.243 km dari Saint Helena, 1.491 mil dari Afrika Selatan, dan 2.088 kilometer dari Amerika Selatan di tengah lautan. Wilayah ini hanya sepanjang tujuh mil dan 37,8 mil persegi dan memiliki satu permukiman di kaki gunung Queen Mary’s Peak setinggi 6.765 kaki. Sebanyak 300 warga yang hidup di sana mengandalkan pertanian untuk keberlangsungan hidup mereka.

Uros Floating Islands, Danau Titicaca Puno, Peru dan Bolivia

Floating village! The Uros live on islands made by interwoven reeds which sit in Lake Titicaca Puno. The tribe have been living on the lake for hundreds of years, since Incas expanded onto their land forcing them out

Wilayah lain yang terpencil dari dunia adalah Kepulauan Uros di Danau Titicaca Puno yang berada di perbatasan Peru dan Bolivia. Suku Incan Uru hidup di 42 pulau mengambang yang terbuat dari alang-alang totora.

Alang-alang harus terus ditambahkan ke pulau-pulau, seperti bagian bawah di dalam air yang membusuk.Uros juga dibangun menggunakan alang-alang sebagian bahan makanan untuk diet. Yakni, bagian putih alag-alang yang berada di ujung bawah batang.

Monsanto, Portugal

The village under a rock! Monsanto in Portugal has built its homes around the 200-tonne rocks in the area. Some of its 828 brave residents even sleep under gigantic boulders

Batu yang berada di atas atap, yang beratnya lebih dari rata-rata kapal pesiar, mungkin membuat beberapa orang cemas. Warga di desa Monsanto, Portugal, telah beradaptasi dan membangun rumah-rumah mereka di sekitar batu-batu granit raksasa, beratnya bahkan mencapai 200 ton. (DM)


About this entry