Kepada Kata

aku ingin berbicara
kepada kata yang terkantuk di teras rumah
ia telah lama menunggu ucap
yang tak pernah lagi bertandang
katamu risau menunggu
berkawan temaram lampu-lampu buram
yang berpendar muram
di persimpangan jalan itu

rumah katamu
adalah persinggahan paling sunyi
yang menyajikan rahasia-rahasia biru
ada kenangan yang tergantung di ruang tamu
di samping diorama masa lalu

aku –waktu– ingin bergurau dengan kata
yang acuh tak acuh
tapi, katamu lebih tertarik pada gerimis
yang mengiris-iris ingatanmu

“jarak di antara kita hanya rindu,” kata katamu

sebaiknya kita bicara.

Jakarta, 8 Mei 2015

(Ilustrasi: Dark Surreal by eepCalmLoveArt)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s