Kepada Peluk

article-2165997-13D3DC02000005DC-840_634x743

di sore itu
pada sebuah musim yang tak teterka
kau berbicara tentang maut
katamu, ”tak ada yang lebih setia menunggu
dari kematian
dari aku”

lalu, kita berbicara tentang perahu-perahu
yang berlayar dalam kepalamu
membelah sepi
sambil menerka arah
menuju peluk-mu

Jakarta, 14 Mei 2015

(Ilustrasi: Lonely Sailor by Matt)


About this entry