One Day Trip: Melipir Sejenak ke Pulau Kelor, Onrust, Cipir

SELAIN masalah yang kompleks, Jakarta juga memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Sebagai ibu kota, Jakarta tentu memiliki banyak bangunan cagar budaya. Selain wisata sejarah, Batavia memiliki kekayaan bahari di sisi utara.

Lepas dengan daratan utama, gugusan pulau-pulau dari Teluk Jakarta hingga laut lepas terhampar. Orang menyebutnya Kepulauan Seribu. Menyeberang ke pulau pun, kita tak hanya disuguhi keindahan laut lepas. Ada pula wisata sejarahnya.

Sebagaimana orang lain yang tinggal dan bekerja di Jakarta, ketika merasa penat dengan pekerjaan dan kemacetan di tengah kota, saya memilih melipir sejenak, menyeberang ke pulau.

Sehari setelah peringatan Sumpah Pemuda, pada 29 Oktober 2017 saya ikut bergabung dengan salah satu agen perjalanan yang mengadakan one day trip ke tiga pulau terdekat dari daratan Jakarta. Pulau Kelor, Onrust, dan Cipir. Harga tentu tergantung agen yang mengadakan trip.

Titik kumpul dipusatkan di Dermaga Muara Kamal, Penjaringan, Jakarta Utara. Untuk mencapai lokasi ini bisa menggunakan KRL atau bus Transjakarta. Tetapi, memang lebih simpel naik ojek online atau naik motor sendiri.

Dermaga yang terletak di samping pasar ikan ini tidak menyediakan perjalanan per orang per tiket. Kita harus menyewa satu kapal nelayan dengan biaya yang bervariasi. Satu kapal bisa dikenai tarif Rp 1 juta untuk sehari, bisa kurang tergantung jumlah rombongan dan kelihaian nego.

Kapal bermuatan sekitar 50 orang yang saya tumpangi awal sandar di Pulau Kelor. Pulau Kelor dahulu dikenal dengan nama Pulau Kherkof. Di sini, berdiri sebuah benteng bersejarah. Benteng Martello. Lokasi ini cocok untuk pecinta fotografi. Sebagaimana benteng-benteng sisa zaman penjajahan, Benteng Martello sangat artistik dan menawan untuk diabadikan.

Sayang, papan peringatan untuk tidak memanjat benteng tak diindahkan para pengunjung. Kids zaman now, lebih mementingkan dapat foto bagus (menurut mereka) tanpa memerdulikan etika dan aturan.

Namun, kawasan ini tidak cocok bagi Anda yang tidak suka dengan keramaian. Karena banyak agen perjalanan yang menawarkan trip ke tiga pulau ini dalam sehari sehingga pengunjung tentu saja membeludak. Tapi, kalau hanya untuk mengobati rasa penasaran seperti saya, boleh lah.

Kapal kemudian bergerak ke Pulau Onrust, hanya sekitar 5 menit dari pulau pertama. Di sini lebih kaya sejarah lagi, dan cocok bagi pecinta fotografi bangunan tua. Meski hanya tersisa tembok-tembok dan pilar, sisa bangunan rumah sakit dan asrama haji di pulau ini masih menimbulkan kesan ”angker” dan tentu saja artistik. Ditambah adanya makam-makam orang Belanda dan tentu saja museum sejarah.

Pulau terakhir adalah Cipir. Andalan di pulau ini adalah pantai pasir putih, banana boat, dan dermaga yang lumayan indah. Di sini, kalau beruntung, kita juga bisa menikmati sunset. Menikmati matahari tenggelam di tengah laut, sejauh mata memandang. (*)

Jakarta, 2017

Advertisements

About this entry