Berkawan Sunset di Candi Ijo

KEBANYAKAN orang mungkin hanya tahu Candi Boko sebagai tempat yang paling pas untuk menikmati keindahan matahari terbenam di cakrawala Jogjakarta. Tidak ada salahnya memang. Namun, selain Boko, ada candi lain yang tidak kalah indah untuk duduk santai berkawan sunset. Candi Ijo namanya.

Dibanding Boko, tiket masuk Ijo juga sangat murah. Hanya Rp 10 ribu. Namun keindahannya tak kalah mewah. Terlebih, Candi Ijo berdiri di ketinggian 375 meter di atas permukaan laut (mdpl). Candi yang letaknya paling tinggi di Jogja.

Candi itu berdiri di atas bukit yang oleh orang setempat dinamai Gumuk Ijo. Dari situlah nama candi tersebut bermula.

Kompleks candi bercorak Hindu ini terdiri atas 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak. Di teras ke-11 atau yang paling atas, menjulang empat candi. Satu candi utama dan tiga candi perwara. Tiga candi yang agak kecil itu digambarkan seperti tiga gadis pengiring raja atau permaisuri.

Tiga candi perwara itu menunjukkan penghormatan masyarakat pada Hindu trimurti, yaitu Brahma, Siwa, dan Whisnu.

Layaknya candi pada umumnya, Candi Ijo juga dipercantik dengan beragam seni seperti kalamakara atau sebentuk wajah raksasa. Ada pula arca perempuan dan laki-laki. Di teras ke-11, terdapat pula homa atau semacam bak tempat api pengorbanan.

Dari atas candi ini, kita bisa bebas melepaskan pandang. Kita bisa melihat Bandara Adisucipto di bawah arah barat. Selebihnya adalah hamparan pepohonan hijau dan sedikit perumahan.

Saat sore, kita pun bisa berkawan matahari terbenam. Mereguk kesejukan angin yang menerpa wajah-wajah, mendekap tubuh-tubuh, para pencari ketenteraman jiwa. Ah…matahari sore itu, turun perlahan. (*)

Advertisements

About this entry