Buku

Ini hanya semacam “melok eksis” dalam beberapa antologi cerpen, puisi, dan monolog. Ada yang terseleksi lewat lomba tingkat universitas, nasional, atau bahkan tingkat tataran narsistik (alias cetak sendiri bersama perkumpulan). Sekali lagi ini bukan tentang sumbangsih pada sejarah. Ini hanya sekadar coretan-coretan kegelisahan. Mari nikmati hidup dengan menulis, diiringi tegukan kopi dan kegelisahan-kegelisahan…. Salam.

Gugatan Para Pengigau (2009) Antologi Puisi (2010)
Bukan Perempuan (2010) Negeri Kesuda (2011)
sdfsdfsd
Para Pelaku (2010) Dongeng 1/3 Malam (2010)
Lelaki yang Dibeli (2011) 100 Topeng Kematian (2011)
ESA Dua Sisi Susi (2011)
Untitled
Imajinasi tentang Kota (2010) Sajak-Sajak Sepi (2010)
Kelahiran & Kematian (2011) Mozaik Ingatan (2011)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow agusbudiawan on WordPress.com

Instagram

pantai pasir hitam
.
.
.
#sea #sky #clouds #blue #nature #trip #onedaytrip #photography #bekasi #indonesia

“Life is the art of drawing without an eraser,” — John W. Gardner

SISI BIRU…

kita pernah berbicara tentang Jakarta kota dengan seribu wajah dan kita pun bersepakat membicarakan Jakarta adalah membicarakan wajah-wajah sunyi tapi, jika kau lihat Jakarta sore itu ia seperti gadis lugu tersipu malu (27 Oktober 2013)

PHOTOGRAPHY

Demonstrasi 4 November 2016 (4/11)

Gunung Merbabu, 01 ‎Agustus ‎2015

FRAGMEN IV

aku tak ingin melukis mercu
biarlah daratan terpaku tanpa tanda pengenal
atau aku akan berlayar dengan ragu
yang akan memaksaku kembali tambatkan perahu
di dataran rindu yang termangu
di keterasingan samudera biru

2012-2013

Categories


%d bloggers like this: